KENDARI Krimsus86.com, 5 Juni 2026 – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui berbagai inovasi pengelolaan sampah yang berbasis partisipasi masyarakat. Terobosan tersebut dipaparkan dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Hotel Claro Kendari.
Mengusung tema “Kolaborasi Membangun Indonesia Timur”, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 15 pemerintah kota di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dalam forum tersebut, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, memaparkan berbagai strategi yang telah diterapkan untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada sistem pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat agar memandang sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Di Kendari, kami mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, mengembangkan bank sampah digital, serta mengoptimalkan fasilitas pengolahan akhir yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Model pengelolaan yang diterapkan Kota Kendari mendapat apresiasi dari peserta rapat kerja karena dinilai relevan untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia Timur yang memiliki tantangan geografis dan lingkungan serupa. Selain mengikuti forum diskusi, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pengelolaan sampah terpadu dan sejumlah destinasi unggulan Kota Kendari.
Keamanan Kota Tetap Kondusif
Di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat, situasi Kota Kendari tetap terjaga dengan baik. Polresta Kendari berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menakut-nakuti pelajar menggunakan alat menyerupai senjata di kawasan Jalan Wayong, Kecamatan Kadia, pada Kamis (4/6/2026).
Kapolresta Kendari menegaskan bahwa tindakan cepat dilakukan guna mencegah dampak psikologis terhadap para pelajar serta memastikan rasa aman bagi masyarakat. Kepolisian juga menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem
Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca tidak menentu yang diperkirakan terjadi sepanjang Juni 2026. Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pengaruh El Nino moderat yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah.
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Kendari telah menyiapkan 11 unit pompa air cadangan, mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan penyuluhan kepada petani guna menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca yang berkembang.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam membangun kota yang bersih, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Kendari terus berupaya menjadi contoh pengelolaan lingkungan dan pembangunan daerah yang adaptif terhadap berbagai tantangan masa depan.(Risal sultra//red)






