MUSI BANYUASIN, KRIMSUS86.COM – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak bersekolah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Kembali Bersekolah yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Keruh, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini mengusung slogan “Belum Terlambat untuk Kembali, karena Masa Depan Masih Ada” sebagai bentuk ajakan kepada anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau terpaksa berhenti sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Sungai Keruh, Henri, S.Pd., M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) Dikbud Muba, Susi Indiriati, S.Pd.AUD., M.Si., Koordinator Wilayah Dikbud Sungai Keruh Kailen, S.Pd.SD., M.Si., serta pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Ketua MKKS, K3S, dan perwakilan pemerintah desa se-Kecamatan Sungai Keruh.
Para Anak Tidak Sekolah (ATS) juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut sebagai sasaran utama program penjangkauan dan pendampingan pendidikan.
Dalam sambutannya, Camat Sungai Keruh Henri menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dipenuhi tanpa terkecuali. Menurutnya, anak-anak yang mengalami putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan adalah hak asasi setiap warga negara dan kunci utama meraih masa depan yang cerah. Hari ini kita membawa pesan bahwa belum terlambat untuk kembali, karena masa depan masih ada,” ujar Henri.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa, pengelola PKBM, dan tenaga pendidik untuk berperan aktif dalam mendata anak-anak yang tidak bersekolah serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.
“Kepada para kepala desa, pengelola PKBM, dan pendidik, mari kita data dan berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pintu pendidikan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar demi masa depan yang mandiri dan bermartabat,” tambahnya.
Henri berharap keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat membantu mengatasi persoalan anak tidak sekolah di wilayah Kecamatan Sungai Keruh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dikbud Muba, Susi Indiriati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan akses pendidikan formal maupun jalur pendidikan nonformal, termasuk melalui PKBM yang menyediakan program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Program tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi anak-anak yang mengalami kendala untuk kembali mengikuti pendidikan formal, sehingga mereka tetap dapat memperoleh kesempatan belajar sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, serta pengelola PKBM dinilai penting untuk mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah sekaligus menentukan langkah pendampingan yang tepat.
Gerakan Kembali Bersekolah di Kecamatan Sungai Keruh menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap anak-anak yang sempat meninggalkan bangku sekolah dapat kembali memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Gerakan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan pendataan, sosialisasi, dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak di Kabupaten Musi Banyuasin yang dapat kembali bersekolah.
Pendidikan adalah hak setiap anak. Putus sekolah bukan akhir perjalanan, karena kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita selalu terbuka.
(Enismiyana//Redaksi)






