HALMAHERA SELATAN, KRIMSUS86.COM — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khotijah, M.Ag., menegaskan tiga kunci utama kepemimpinan kepala sekolah, yakni tanggung jawab, kepedulian, dan inovasi. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan sekolah yang berkualitas.
Penegasan itu disampaikan Siti Khotijah dalam kegiatan komunikasi dan koordinasi bersama para kepala sekolah serta jajaran teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan melalui pertemuan daring menggunakan aplikasi Zoom, Kamis (15/10/2026).
Dalam arahannya, Siti Khotijah mengibaratkan seluruh insan pendidikan sebagai bagian dari satu perahu yang berlayar menuju tujuan yang sama, yakni mewujudkan pendidikan Halmahera Selatan yang semakin maju dan berkualitas.
Menurutnya, tantangan pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan, membutuhkan kerja sama, kekompakan, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan. Tidak boleh ada pihak yang berjalan sendiri tanpa koordinasi dan dukungan bersama.
TANGGUNG JAWAB, KEPEDULIAN, DAN INOVASI
Siti Khotijah menjelaskan bahwa tanggung jawab merupakan aspek mendasar yang harus dimiliki setiap kepala sekolah. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga mencakup pembinaan guru, pengelolaan data pokok pendidikan (Dapodik) secara akurat, serta penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala sekolah juga diminta memastikan seluruh peserta didik memperoleh perhatian yang layak. Siswa yang menghadapi kendala dalam mengikuti pembelajaran maupun berisiko putus sekolah harus mendapatkan pendampingan dan penanganan yang tepat.
Selain tanggung jawab, kepedulian terhadap guru dan peserta didik juga menjadi perhatian utama. Kepala sekolah diharapkan mampu membangun hubungan kerja yang harmonis, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, serta menumbuhkan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Sementara itu, dalam aspek inovasi, Siti Khotijah mendorong setiap sekolah untuk tidak hanya menjalankan rutinitas pembelajaran, tetapi juga mengembangkan berbagai kegiatan kreatif yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata.
Beberapa contoh yang disampaikan antara lain kegiatan literasi selama 15 menit sebelum pembelajaran, pengembangan kebun sekolah, serta penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dan potensi lokal.
Ia juga mendorong setiap sekolah memiliki sedikitnya satu inovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik sebagai tindak lanjut hasil Rapor Pendidikan. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
BAHAS PENGELOLAAN GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Pertemuan koordinasi tersebut turut membahas sejumlah persoalan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Beberapa agenda yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga honorer, administrasi Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), mutasi guru, serta kesinambungan data peserta didik dari jenjang PAUD/TK ke sekolah dasar.
Selain itu, Siti Khotijah mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran informasi mengenai gaji dan tunjangan sebelum disampaikan kepada publik. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan guru maupun masyarakat.
Koordinasi secara berkala dinilai penting untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan satuan pendidikan.
KEPALA SEKOLAH DIMINTA MEMPERKUAT KEBERSAMAAN
Menutup arahannya, Siti Khotijah kembali menekankan pentingnya persatuan, komunikasi, dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Halmahera Selatan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan atau kepala sekolah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan, termasuk guru dan tenaga kependidikan.
“Kita berada di perahu yang sama, menuju tujuan yang sama. Tidak boleh ada yang mendayung sendiri-sendiri. Bersatu kita berlayar, bersama kita sampai. Demi anak-anak Halmahera Selatan, mari kita kayuh bersama,” pesannya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi tersebut, program “Kepala Dinas Menyapa” direncanakan berlangsung secara berkala.
Program ini diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pimpinan Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi sekolah.
Melalui program tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan seluruh kepala sekolah, sehingga berbagai tantangan pendidikan dapat ditangani secara bersama-sama dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.
Pewarta: Wita Amanan/Tim Krimsus
Editor: Redaksi KRIMSUS86.COM






