HALMAHERA SELATAN, KRIMSUS86.COM — Rabu, 16 September 2026 — Konflik antara masyarakat Desa Bajo Sangkuang dan Desa Pasimbaos, Kabupaten Halmahera Selatan, dinilai tidak boleh terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa dari kedua desa untuk membuka ruang dialog serta memperkuat persatuan sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian.
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Bajo Sangkuang (IPMABS), Afrisal Siwan Siwan, mengatakan bahwa konflik yang terus dipertahankan berpotensi memperpanjang persoalan sekaligus mengganggu hubungan sosial dan silaturahmi antarmasyarakat.
“Mahasiswa harus hadir sebagai solusi. Jangan sampai ego masing-masing kelompok membuat kita lupa bahwa yang dipertaruhkan adalah persaudaraan dan masa depan generasi muda,” ujar Afrisal.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pasimbaos (GMP), Humaidi Ahmad, mendorong mahasiswa dari kedua desa untuk mengambil peran sebagai jembatan komunikasi. Menurutnya, konflik tidak seharusnya dijadikan sebagai identitas bagi generasi muda.
Ia menilai persatuan mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama, seperti dialog terbuka, kegiatan sosial, olahraga, kebudayaan, maupun forum komunikasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan unsur pemuda.
IPMABS dan GMP menegaskan bahwa perdamaian bukan merupakan bentuk kekalahan salah satu pihak. Perdamaian dipandang sebagai langkah untuk menghentikan siklus konflik serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali membangun hubungan sosial secara harmonis.
Kedua organisasi mahasiswa tersebut juga mengimbau masyarakat Bajo Sangkuang dan Pasimbaos agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memperkeruh situasi. Setiap persoalan diharapkan dapat ditempuh melalui musyawarah, komunikasi, mekanisme adat, serta jalur hukum yang berlaku.
Mahasiswa dari kedua desa berharap semangat persatuan tersebut dapat menjadi langkah awal terbentuknya ruang rekonsiliasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Mereka juga berharap upaya tersebut mampu memutus rantai konflik sehingga generasi mendatang tidak lagi mewarisi persoalan masa lalu, melainkan dapat tumbuh dalam suasana aman, damai, dan saling menghormati.
Pewarta: Wita Amanan
Editor: KRIMSUS86.COM






