Jakarta Krimsus86.com, 6 Juni 2026 – Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Kawasan Indonesia Sejahtera (LBH-KIS), Febrian Willy Atmaja, S.H., M.H., menyampaikan gagasan strategis terkait pentingnya membangun kesadaran nasional dan kebanggaan masyarakat terhadap luas wilayah serta kekuatan bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik dan media sosial yang kerap menggambarkan Indonesia seolah berada pada posisi yang lemah dibandingkan negara-negara besar dunia dalam menghadapi tantangan geopolitik maupun ekonomi global.
Menurut Willy, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia, baik dari sisi wilayah maupun jumlah penduduk. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari besarnya potensi dan kekuatan yang dimiliki bangsa ini.
“Kita harus menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Jika dibandingkan dengan Eropa, bentangan wilayah Indonesia jauh lebih luas dari yang selama ini dibayangkan masyarakat. Kesadaran seperti ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” ujar Willy.
Selain luas wilayah, Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Pada tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan telah mencapai lebih dari 287 juta jiwa, yang merupakan modal strategis dalam pembangunan nasional dan penguatan posisi Indonesia di tingkat global.
Mendorong Penyesuaian Tampilan Peta Dunia
Willy menilai salah satu faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap Indonesia adalah tampilan peta dunia yang selama ini banyak digunakan. Menurutnya, representasi visual yang kurang proporsional dapat menimbulkan kesan bahwa Indonesia merupakan negara yang kecil dibandingkan negara-negara lain.
Untuk itu, LBH-KIS meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian khusus terhadap aspek edukasi geospasial nasional dengan melibatkan Badan Informasi Geospasial (BIG).
“Kami berharap pemerintah melalui BIG dapat melakukan kajian dan penyesuaian terhadap tampilan peta yang digunakan untuk edukasi publik sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih proporsional mengenai posisi dan luas wilayah Indonesia,” katanya.
Usulkan Pemasangan Peta Indonesia di Seluruh Ruang Publik
Sebagai langkah konkret, LBH-KIS juga mengusulkan agar pemerintah menerbitkan regulasi yang mendorong pemasangan peta Indonesia berukuran besar dan informatif di berbagai lokasi strategis.
Peta tersebut diharapkan memuat informasi lengkap mengenai 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, sehingga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan wawasan kebangsaan bagi masyarakat.
Adapun lokasi yang diusulkan untuk pemasangan peta nasional tersebut meliputi:
Kantor pemerintahan pusat dan daerah;
Gedung pelayanan publik;
Sekolah dan perguruan tinggi;
Hotel serta tempat umum;
Jalan-jalan utama dan pusat keramaian masyarakat.
Menurut Willy, langkah tersebut bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter bangsa yang percaya diri, berdaulat, dan bangga terhadap identitas nasional.
“Tujuan utama dari gagasan ini adalah menanamkan kesadaran kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa negara kita sangat besar, kaya akan sumber daya, dan memiliki potensi luar biasa. Dengan demikian, masyarakat akan semakin bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan tidak mudah merasa rendah diri di hadapan bangsa lain,” tegasnya.
LBH-KIS berharap usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperkuat pendidikan kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Salam Sehat, Salam Indonesia.
Lembaga Bantuan Hukum Kawasan Indonesia Sejahtera (LBH-KIS)
Pewarta:M.Dahlan






