SURABAYA| KRIMSUS86.COM — Panggung politik tanah air mendadak bergemuruh. Bertepatan dengan momentum sakral Hari Kesaktian Pancasila, sebuah kekuatan politik baru secara resmi menjejakkan kaki di kancah nasional. Partai Nasionalis Nusantara (PNN) secara tegas mendeklarasikan diri lahir dari Kota Pahlawan, Surabaya, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Tidak tanggung-tanggung, deklarasi ini membawa pesan ideologis yang tajam dan langsung menyengat kesadaran berbangsa.
Dipimpin oleh barisan pendiri dan kader yang membawa semangat juang tinggi, dokumen deklarasi tersebut ditandatangani langsung oleh Teten Indra A bersama Menur Soekarno.
Wadah Perjuangan Tanpa Kompromi
Dalam naskah deklarasi yang dirilis ke publik, PNN memproklamirkan diri sebagai wadah perjuangan politik murni untuk mengabdi kepada rakyat. Mengusung semangat gotong royong yang menjadi DNA bangsa, partai ini berdiri di atas fondasi kokoh: Pancasila dan UUD 1945.
Ada pesan tegas di balik pemilihan tanggal 1 Oktober 2026. Lahirnya PNN di tengah peringatan Hari Kesaktian Pancasila menyiratkan satu misi utama: menjaga marwah nasionalisme agar tidak luntur digerus zaman, serta memastikan kedaulatan rakyat tetap menjadi panglima tertinggi di bumi Nusantara.
Titik Balik Politik Nasional
Langkah berani dari Surabaya ini diprediksi bakal menjadi batu loncatan besar dalam peta koalisi dan kekuatan politik nasional. Dengan mengusung panji-panji persatuan bangsa dan pembelaan terhadap hak-hak rakyat, PNN siap menjadi faksi penyeimbang yang vokal dan diperhitungkan.
“Hal-hal yang mengenai organisasi dan perjuangan Partai Nasionalis Nusantara akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, semangat gotong royong, serta mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” demikian petikan tegas dalam naskah deklarasi tersebut.
Dari Surabaya, gelombang nasionalisme baru resmi dilepas ke penjuru negeri.
Erwin B Ollong






