ALUMNI MTs 85: TEMU KANGEN PENUH KEHANGATAN, PERSAHABATAN 41 TAHUN TETAP TERJAGA

WONOSOBO, KRIMSUS86.COM – Empat puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjaga sebuah persahabatan. Meski jarak memisahkan dan kesibukan membawa masing-masing pada perjalanan hidup yang berbeda, ikatan persaudaraan Alumni MTs 85 tetap terjalin erat dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan para alumni saat menyambut kepulangan Wagino dari Kalimantan. Momen temu kangen tersebut menjadi ajang melepas rindu, mengenang masa-masa sekolah, serta menghidupkan kembali cerita dan kenangan indah yang telah terukir sejak puluhan tahun silam.

Berita Lainnya

Canda tawa dan obrolan penuh nostalgia menghiasi pertemuan tersebut. Kebersamaan itu menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tidak lekang oleh waktu. Meski telah menjalani kehidupan masing-masing selama lebih dari empat dekade, rasa persaudaraan tetap tumbuh kuat tanpa sekat jarak, status sosial, maupun perbedaan lainnya.

Wujud Kepedulian dan Persaudaraan

Usai menggelar temu kangen bersama Wagino, rombongan Alumni MTs 85 melanjutkan kunjungan ke kediaman Pitoyo di Kagungan, Wadaslintang, yang baru saja pulang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas antarsesama alumni. Kehadiran rekan-rekan lama diharapkan dapat memberikan dukungan moral, semangat, serta doa agar Pitoyo segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

Rangkaian silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi kediaman Suprapti di Dusun Mbaserna, Desa Gumelar, Kecamatan Wadaslintang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi secara positif, baik lahir maupun batin, demi menjaga persaudaraan yang tulus di dunia hingga akhirat.

Bagi Alumni MTs 85, silaturahmi bukan sekadar berkumpul dan bernostalgia. Lebih dari itu, kebersamaan diwujudkan melalui kepedulian, saling menguatkan ketika ada teman yang membutuhkan, serta menjaga persaudaraan dalam keadaan suka maupun duka.

Ketua Alumni: Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi

Ketua Alumni MTs 85, Puji Cakmet, berharap kebersamaan yang telah terjalin selama 41 tahun dapat terus dipertahankan tanpa membedakan status ekonomi, tingkat pendidikan, gelar akademik, maupun jabatan.

Menurutnya, seluruh alumni memiliki kedudukan yang sama dalam ikatan persahabatan. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu mengedepankan sikap saling menghargai, kerendahan hati, dan semangat persaudaraan.

“Harapan saya, di sini tidak ada perbedaan status, baik materi, jenjang titel, maupun jabatan. Kita sepakat untuk duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, guna menyambung erat tali silaturahmi dan menjaga persaudaraan sampai selamanya,” ungkap Puji Cakmet.

Ia juga mengingatkan bahwa teman-teman lama selalu memiliki tempat tersendiri di hati. Kenangan masa sekolah menjadi pengikat yang membuat hubungan persahabatan tetap bermakna meskipun waktu terus berjalan.

“Kanca lawas tetep ngangeni, lan paseduluran ora bakal pedhot dening wektu,” tambahnya.

Ungkapan tersebut mengandung makna bahwa teman lama selalu dirindukan, sedangkan persaudaraan sejati tidak akan terputus oleh waktu.

41 Tahun Persahabatan, Selamanya dalam Kebersamaan

Empat puluh satu tahun bukan hanya tentang lamanya waktu, melainkan tentang persaudaraan yang terus hidup di dalam hati. Jarak boleh memisahkan, usia boleh bertambah, dan keadaan boleh berubah, tetapi ikatan persahabatan yang tulus akan selalu menemukan jalan untuk kembali menyatukan.

Melalui kegiatan temu kangen dan kunjungan silaturahmi ini, Alumni MTs 85 menunjukkan bahwa nilai persahabatan tidak berhenti pada kenangan masa lalu, tetapi terus diwujudkan dalam tindakan nyata, kepedulian, dan kebersamaan.

Semoga Alumni MTs 85 senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, serta kekompakan untuk terus menjaga tali persaudaraan. Semoga semangat guyub rukun selawase tetap menjadi landasan kebersamaan, sehingga persahabatan yang telah terjalin selama 41 tahun terus berlanjut hingga generasi mendatang.

Kanca lawas tetep ngangeni, seduluran saklawase!

(Media KRIMSUS86.COM/Puji)

Pos terkait