SDN 2 Lilialy Bergerak Cepat Bagikan Masker kepada Siswa di Tengah Kabut Asap

BURU, MALUKU KRIMSUS86.COM — Menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, jajaran SDN 2 Lilialy, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, mengambil langkah cepat dengan membagikan masker kepada para siswa, Selasa pagi (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SDN 2 Lilialy, Rahanun Baadiah, S.Pd., bersama dewan guru. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pihak sekolah terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang menjadi perhatian.

Berita Lainnya

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud tanggung jawab pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Kabut asap yang terjadi menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap dampak buruk pencemaran udara. Karena itu, upaya perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah dinilai penting agar keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama.

Kepala SDN 2 Lilialy, Rahanun Baadiah, S.Pd., menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, kepedulian dan tindakan nyata diperlukan untuk melindungi anak-anak ketika kondisi lingkungan berpotensi mengancam kesehatan.

“Keselamatan siswa adalah nomor satu. Di tengah kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai, kepedulian dan langkah nyata menjadi kunci untuk menjaga kesehatan serta melindungi masa depan anak-anak di lingkungan sekolah,” demikian pesan yang disampaikan pihak sekolah.

Melalui aksi tersebut, SDN 2 Lilialy berharap seluruh siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk. Pihak sekolah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan orang tua dan instansi terkait guna memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.

Selain penggunaan masker yang sesuai, upaya perlindungan perlu disertai pemantauan kualitas udara, pembatasan aktivitas luar ruangan ketika asap pekat, serta koordinasi dengan pihak berwenang apabila kondisi memburuk. Jika siswa mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan, mereka perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Langkah cepat Kepala SDN 2 Lilialy bersama para guru menjadi pengingat bahwa perlindungan anak-anak dari dampak pencemaran udara membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak.

Kesehatan siswa harus tetap menjadi prioritas, karena pendidikan yang baik hanya dapat berlangsung ketika keselamatan dan kesehatan peserta didik turut terlindungi.

(Erwin Ollong//red)

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya.

Pos terkait