IKONIK! Ahyar Alimudin, Cakades Muda Nomor Urut 2 Desa Kawo, Terpilih Wakili 334 Calon Kades se-Lombok Tengah dalam Deklarasi Damai dan Program Green Policing

LOMBOK TENGAH, KRIMSUS86.COM – Ahyar Alimudin, 34 tahun, Calon Kepala Desa (Cakades) Kawo nomor urut 2, mendapat kehormatan menjadi salah satu perwakilan dari 334 calon kepala desa yang berkontestasi di 87 desa se-Kabupaten Lombok Tengah dalam Apel Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Polresta Lombok Tengah tersebut dirangkaikan dengan penanaman pohon melalui program Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan alam.

Berita Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Ahyar turut mendampingi Bupati Lombok Tengah dalam kegiatan penanaman pohon. Momentum ini menjadi simbol pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa pembangunan desa harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Kehadiran Ahyar sebagai perwakilan calon kepala desa menjadi bagian dari perjalanan pencalonannya di Desa Kawo. Di usianya yang relatif muda, ia telah memiliki pengalaman dalam pemerintahan desa, organisasi kepemudaan, kegiatan sosial-keagamaan, serta pengembangan seni dan budaya.

Berpengalaman di Pemerintahan Desa dan Organisasi Kemasyarakatan

Ahyar Alimudin merupakan sosok muda yang menempuh pendidikan di Program Studi Pariwisata, Universitas Mataram. Pengalaman organisasinya menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengabdiannya di tengah masyarakat.

Pada periode 2018–2026, Ahyar dipercaya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kawo. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam dinamika pemerintahan desa, memahami aspirasi masyarakat, serta mengikuti berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan desa.

Selain itu, sejak 2023 hingga sekarang, Ahyar mengemban amanah sebagai Ketua Remaja Masjid Jami’ At-Taqwa Kawo. Melalui peran tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendorong partisipasi generasi muda.

Sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan telah dilaksanakan, di antaranya Jalan Sehat pada 2023, 2024, dan 2025, program Sapa Lansia, santunan anak yatim, Sedekah Subuh, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Salah satu kegiatan yang menjadi catatan pada 2025 adalah menghadirkan Ustadz Abdul Somad dalam kegiatan Tabligh Akbar di Desa Kawo.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda, penguatan persaudaraan, dan gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pelestari Seni Budaya Sasak dan Penggerak Pemuda

Di bidang seni dan budaya, Ahyar dikenal sebagai kreator dan musisi sekaligus pemilik Balen Sound. Ia juga menjadi penggagas Gendang Beleq Sanggar Seni Sageng Rauh Desa Kawo, sebuah inisiatif yang diarahkan untuk menjaga serta mengembangkan kesenian tradisional masyarakat Sasak.

Keterlibatannya dalam dunia seni menjadi bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Selain itu, Ahyar dipercaya sebagai Pembina Pemuda Nurul Jihad NW Kawo dan Ketua BTS Musholla Sungguh Hati Balen Along selama dua periode.

Pengalaman di berbagai organisasi tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam kehidupan sosial masyarakat lintas generasi, mulai dari kegiatan kepemudaan, keagamaan, hingga pelestarian budaya daerah.

Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ahyar dalam belajar memahami kebutuhan masyarakat dan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

Deklarasi Damai dan Green Policing, Pesan untuk Pilkades yang Bermartabat

Apel Deklarasi Damai Pilkades Serentak Tahun 2026 turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Kapolresta Lombok Tengah, Ketua Pengadilan Negeri Lombok Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Dandim 1620 Lombok Tengah, Kasat Pol PP Lombok Tengah, Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lombok Tengah, serta Camat Pujut.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh calon kepala desa dalam menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.

Bagi Ahyar, momentum tersebut merupakan pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa Pilkades bukan sekadar persaingan untuk meraih kemenangan. Lebih dari itu, kontestasi demokrasi di tingkat desa harus menjadi ruang untuk menunjukkan kedewasaan, menghormati perbedaan pilihan, menjaga persatuan, dan merawat persaudaraan.

Semangat deklarasi damai juga selaras dengan pesan yang terkandung dalam program Green Policing. Kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kesadaran bersama dalam membangun desa yang lebih baik.

Pembangunan tidak hanya berbicara tentang gagasan, program, dan hasil yang dapat dirasakan hari ini, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Dengan pengalaman di pemerintahan desa, organisasi sosial-keagamaan, kepemudaan, serta seni budaya, Ahyar Alimudin melangkah dalam kontestasi Pilkades Desa Kawo dengan membawa perjalanan pengabdian yang telah dijalaninya di tengah masyarakat.

Momentum ini diharapkan dapat memperkuat semangat demokrasi yang damai sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan desa harus dibangun melalui kebersamaan, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

(Hamidri//Redaksi KRIMSUS86.COM)

Pos terkait