SEKAYU, MUBA – KRIMSUS86.COM – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Edukasi Masyarakat dan Sekolah (EMAS) Tahun 2026 yang diinisiasi Medco E&P Grissik Ltd. bersama Rumah Zakat. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi guru, serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah sasaran.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Yayan, S.E., M.M., dalam audiensi koordinasi pelaksanaan Program EMAS yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas Dikbud Muba, Selasa (20/10/2026).
Program EMAS dirancang sebagai pendampingan pendidikan terintegrasi selama tiga tahun. Pada tahap awal tahun 2026, program ini menargetkan 16 desa, 61 satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMA, serta 557 guru sebagai penerima manfaat.
Kepala Dinas Dikbud Muba, Yayan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, lembaga pendamping, dan masyarakat.
“Ini kolaborasi yang sangat kami apresiasi. Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada sinergi pentahelix antara dunia usaha, lembaga pendamping, dan masyarakat. Program EMAS ini jawaban konkretnya,” tegas Yayan.
Dikbud Muba Siap Kawal Peningkatan Kualitas Pendidikan
Yayan menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba siap berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh satuan pendidikan dan tenaga pendidik.
Dukungan tersebut mencakup upaya penyediaan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, termasuk penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), peningkatan kompetensi guru, serta penyesuaian terhadap perkembangan kurikulum nasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru merupakan salah satu faktor penting dalam membangun proses pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Karena itu, pelaksanaan pelatihan melalui Program EMAS diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
Diawali Asesmen terhadap 61 Satuan Pendidikan
Tim Medco E&P Grissik Ltd. bersama Rumah Zakat menjelaskan bahwa pelaksanaan Program EMAS akan diawali dengan asesmen terhadap 61 satuan pendidikan yang menjadi sasaran program.
Asesmen tersebut bertujuan memetakan kebutuhan riil sekolah, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga pendidik hingga kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.
Pemetaan ini dinilai penting agar bentuk pendampingan, materi pelatihan, serta dukungan fasilitas dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian bersama antara lain digitalisasi pembelajaran, keterbatasan akses sinyal komunikasi di sejumlah desa, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Melalui asesmen tersebut, program diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Dorong Desa Literasi dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, Program EMAS 2026 juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya Desa Literasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas budaya membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, sehingga literasi tidak hanya berkembang di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain itu, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program.
Yayan menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau tidak melanjutkan sekolah dapat memperoleh kesempatan untuk kembali belajar.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Muba yang kehilangan hak untuk sekolah. Sinergi dengan Medco dan Rumah Zakat ini harus bisa memastikan akses pendidikan semakin luas,” tandasnya.
Pelatihan Guru Dijadwalkan Mulai November 2026
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan program, pelatihan guru angkatan pertama Program EMAS 2026 dijadwalkan mulai pada awal November 2026.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, hasil asesmen akan menjadi dasar penyusunan materi agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para guru di masing-masing satuan pendidikan.
Kolaborasi antara Medco E&P Grissik Ltd., Rumah Zakat, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin diharapkan menjadi contoh sinergi antara sektor industri, lembaga sosial, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Program EMAS 2026, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berharap peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak di wilayah tersebut.
Langkah ini sejalan dengan semangat Muba Maju Lebih Cepat, yakni mewujudkan pendidikan Musi Banyuasin yang berkualitas, merata, dan berdaya saing di tingkat nasional.
(Enismiyana/Tim)
KRIMSUS86.COM – Tegas, Lugas, Terpercaya.






