PLN ULP Leok Klarifikasi Pemadaman Bergilir di Buol: Bukan Dampak Program Buol Terang, 7 Mesin Cadangan Telah Tiba

BUOL, KRIMSUS86.COM – Manajemen PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Leok memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berkaitan dengan pelaksanaan program Buol Terang, melainkan disebabkan oleh kendala teknis pada sistem pembangkitan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Leok.

Berdasarkan penjelasan manajemen PLN ULP Leok, pemadaman bergilir terjadi akibat defisit daya menyusul sejumlah unit mesin pembangkit yang mengalami gangguan dan sedang menjalani pemeliharaan. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Berita Lainnya

PLN menegaskan bahwa penambahan titik layanan listrik melalui program Buol Terang bukan penyebab utama terjadinya pemadaman. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat melalui perluasan akses terhadap layanan kelistrikan.

“Penambahan daya listrik setelah penambahan titik baru melalui program Buol Terang tidak berdampak signifikan terhadap pemakaian beban pada sistem kelistrikan PLN,” ujar perwakilan manajemen PLN ULP Leok.

Manajemen PLN ULP Leok menjelaskan, beberapa unit mesin pembangkit yang mengalami gangguan saat ini telah memasuki tahap perbaikan. Sementara itu, sejumlah unit lainnya masih menunggu ketersediaan suku cadang sebelum dapat kembali dioperasikan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN terus mengupayakan percepatan perbaikan mesin pembangkit sekaligus menyiapkan tambahan kapasitas melalui pengoperasian mesin pembangkit darurat.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan pasokan listrik dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Buol.

Kabar baik bagi masyarakat, sebanyak tujuh unit mesin pembangkit darurat dilaporkan telah tiba di Kabupaten Buol pada tanggal 14 Oktober 2026. Saat ini, seluruh unit tersebut sedang menjalani proses instalasi agar dapat terhubung ke sistem kelistrikan secara bertahap.

Berdasarkan perencanaan divisi pembangkitan, PLN berharap proses instalasi dan pengoperasian seluruh mesin dapat berjalan tanpa kendala berarti hingga akhir Oktober 2026.

Dengan beroperasinya tujuh unit mesin darurat tersebut, PLN menargetkan kondisi defisit daya dapat segera diatasi sehingga pemadaman bergilir, yang selama ini dirasakan masyarakat pada siang maupun malam hari, dapat diminimalkan.

Meski demikian, realisasi target tersebut tetap bergantung pada kelancaran proses instalasi, kesiapan teknis, serta pengujian sebelum mesin beroperasi dalam sistem kelistrikan.

Manajemen PLN ULP Leok, mewakili PT PLN (Persero), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buol, khususnya pelanggan PLN, atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik bergilir.

PLN mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyikapi persoalan kelistrikan dengan bijak.

“PLN tetap berupaya selama 24 jam untuk mengamankan pasokan listrik semaksimal mungkin,” demikian penegasan pihak manajemen.

PLN memastikan petugas terus bekerja untuk mempercepat pemulihan dan menjaga sistem kelistrikan agar tetap stabil serta dapat melayani kebutuhan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Masyarakat diharapkan dapat memperoleh kembali layanan listrik yang lebih andal setelah proses perbaikan dan pengoperasian mesin pembangkit darurat selesai dilaksanakan.

(Syafri Sakula//Tim)

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait