AMPANA, KRIMSUS86.COM — Musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sejumlah titik mata air dan sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dilaporkan mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air, sementara sumber air yang masih tersedia mulai dipadati warga.
Antrean panjang bahkan terjadi di sejumlah titik sumber air yang masih mengalir. Sebagian masyarakat juga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan biaya yang dinilai cukup membebani pengeluaran keluarga.
Kondisi kekeringan tersebut sebelumnya telah direspons Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una bersama masyarakat melalui pelaksanaan Sholat Istisqa. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan, khususnya dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah yang terdampak paling parah.
Selain penanganan darurat, masyarakat juga berharap adanya langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan sumber air bersih sehingga persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Warga juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama kondisi sumber air masih terbatas.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi ketersediaan air di sejumlah titik wilayah Kota Ampana masih menjadi perhatian masyarakat. Penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau berlangsung.
Pewarta:Risal Sultra






