BUOL, SULTENG — KRIMSUS86.COM — Kamis, 17 September 2026 — Kepala Desa Lokodidi, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Ridwan, S.IP., menghadiri Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu.
Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM., dan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Buol, TNI, Polri serta sejumlah lembaga vertikal.
Dalam kegiatan itu, Desa Lokodidi bersama Desa Pandangan disebut menjadi dua desa dari Kecamatan Gadung yang hadir sebagai perwakilan dalam apel kesiapsiagaan tersebut.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Buol Moh. Nasir DJ Daimaroto, SH., MH., Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim, SH., MH., jajaran kepala OPD, unsur Polres Buol, Danramil, Danlanal Leok, Kepala Lapas Kelas III Leok, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Buol.
Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan dan respons awal di tingkat wilayah.
RIDWAN: KEHADIRAN SEBAGAI BENTUK TANGGUNG JAWAB
Usai mengikuti kegiatan, Ridwan menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kepala desa dalam memahami secara langsung arahan pemerintah daerah terkait kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.
“Kehadiran saya di sini adalah bentuk antusiasme sekaligus kepatuhan kami untuk mengikuti arahan Bapak Bupati. Kami menyadari bahwa kebakaran hutan dan lahan adalah masalah yang harus dihadapi bersama, tidak bisa diserahkan kepada pihak lain saja.”
Menurutnya, pemerintah desa memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat serta kondisi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Sebagai pimpinan di tingkat paling bawah, kami wajib hadir, memahami arahan, dan kembali ke desa untuk melaksanakan di lapangan,” ujarnya.
ARAHAN AKAN DITINDAKLANJUTI DI DESA
Ridwan mengatakan, arahan yang diperoleh dalam apel tersebut akan ditindaklanjuti di Desa Lokodidi melalui sejumlah langkah pencegahan.
Di antaranya memperkuat tim siaga Karhutla, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan, menyiapkan peralatan penanganan awal, melakukan pemantauan wilayah rawan serta memperkuat koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait apabila ditemukan titik api.
“Kami pulang bukan membawa janji, melainkan membawa arahan. Di Desa Lokodidi, kami akan mulai dari diri sendiri, dari lingkungan kami. Jangan sampai api menyala di wilayah kami karena kelalaian,” tegas Ridwan.
KESIAPSIAGAAN HARUS DIIKUTI TINDAK LANJUT
Apel dan simulasi menjadi bagian dari kesiapsiagaan, namun upaya pencegahan Karhutla membutuhkan tindak lanjut di masing-masing wilayah.
Edukasi kepada masyarakat, pemantauan daerah rawan, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi cepat apabila terjadi kebakaran menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Bagi Desa Lokodidi, kehadiran kepala desa dalam apel tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa arahan pemerintah daerah ke tingkat desa dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan.
Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor karena dampak kebakaran dapat meluas melampaui batas administratif desa maupun kecamatan. Karena itu, koordinasi dan kesiapsiagaan sejak dini menjadi bagian penting sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Reporter: Syafri Sakula, S.IP.
BIRO BUOL, SULTENG
KRIMSUS86.COM






