WONOSOBO | Krimsus86.com – Tokoh muda Desa Tirip, Fajar Siswanto, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Manajemen Pemerintahan serta pengalaman aktif dalam mendorong pembangunan di desanya, Fajar membawa visi mewujudkan Desa Tirip yang lebih maju, mandiri, sejahtera, transparan, dan berdaya saing.
Tim KJN saat melakukan kunjungan ke Desa Tirip pada 6 Juni 2026 mencatat bahwa desa tersebut memiliki wilayah yang cukup luas dengan lima dusun, yakni Limbangan, Juru Tengah, Karangjambe, Kedawung, dan Kemutug. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani, pedagang, serta aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Fajar, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat, memiliki integritas, serta mampu memperjuangkan pembangunan yang merata di seluruh dusun.
Fajar Siswanto lahir di Wonosobo pada 5 Agustus 1990. Ia berdomisili di Dusun Juru Tengah RT 02 RW 05, Desa Tirip, beragama Islam, berstatus menikah, dan bekerja sebagai wiraswasta. Selama beberapa tahun terakhir, ia dikenal aktif membantu menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan program-program kemasyarakatan.
Dalam pencalonannya, Fajar mengusung visi:
“Terwujudnya Desa Tirip yang Mandiri, Sejahtera, Transparan, Berdaya Saing, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Fajar memperkenalkan misi bertajuk “MAJU”, yaitu:
M – Mengutamakan Ekonomi Desa, melalui optimalisasi BUMDes, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan sarana pertanian guna mendukung program ketahanan pangan.
A – Amanah dalam Pelayanan, dengan menghadirkan pelayanan administrasi desa yang cepat, ramah, santun, profesional, dan bebas pungutan liar.
J – Jelas dan Transparan, melalui keterbukaan informasi penggunaan Dana Desa serta mengedepankan musyawarah bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Karang Taruna dalam setiap pengambilan kebijakan.
U – Unggul dalam Infrastruktur, dengan pemerataan pembangunan jalan desa dan dusun, perbaikan irigasi, serta pembangunan fasilitas umum yang berkualitas.
Saat ditanya awak media mengenai dampak pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat terhadap pembangunan desa, Fajar mengaku tetap optimistis.
“Saya tidak pesimis. Justru kita harus optimis dan terus berjuang melalui sinergi tiga pilar, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kita akan mengupayakan berbagai terobosan agar pembangunan tetap berjalan, khususnya di sektor pertanian sebagai program ketahanan pangan nasional, serta pemerataan pembangunan infrastruktur yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat Desa Tirip,” ujarnya.
Fajar berharap, apabila mendapat amanah dari masyarakat, dirinya dapat menjadi pemimpin yang mampu membawa Desa Tirip menuju kemajuan dengan mengedepankan transparansi, pemerataan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Tim KJN / Cakmet
Media Krimsus86.com






