KARAWANG/Krimsus86.com, –
Video yang beredar luas di media sosial TikTok terkait dugaan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite secara berulang yang disebut-sebut berujung pada penemuan sejumlah jeriken di area lahan kebun, kembali menjadi sorotan publik. Video tersebut memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Karawang.
Menanggapi ramainya pemberitaan yang berkembang di masyarakat, Yosef, pengawas SPBU 33.41302 yang berlokasi di Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, membenarkan adanya video yang saat ini beredar luas di berbagai platform media sosial.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (11/6/2026), Yosef mengungkapkan bahwa pihak SPBU telah menerima tindak lanjut dari pihak Pertamina melalui SBM Karawang.
“Kami sudah dihubungi oleh SBM Karawang, dan kami tinggal menunggu sanksi saja,” ujar Yosef.
Meski demikian, Yosef dengan tegas membantah tudingan yang sebelumnya beredar mengenai adanya kerja sama atau keterlibatan pihak SPBU dalam dugaan praktik pembelian Pertalite berulang sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
Menurutnya, pihak SPBU telah memenuhi panggilan dan menghadiri pertemuan yang digelar oleh SBM Karawang guna memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
“Kemarin kami sudah dipanggil dan diadakan pertemuan dengan SBM Karawang,” jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai identitas pihak SBM yang melakukan pemanggilan, Yosef menyebut nama seorang petugas bernama Hedi.
“SBM-nya namanya Hedi. Tidak ada SBM yang lokasi wilayahnya tiga kabupaten, Pak. Kami dipanggil kemarin oleh SBM Karawang,” tambah Yosef.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penyaluran BBM subsidi yang dinilai harus tepat sasaran. Beredarnya video yang memperlihatkan dugaan aktivitas pembelian berulang hingga ditemukannya BBM di lahan kebun telah memunculkan berbagai respons dari publik yang berharap adanya transparansi dan penegakan aturan secara tegas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait hasil pemeriksaan maupun bentuk sanksi yang akan diberikan. Masyarakat pun menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang untuk mengungkap secara terang dugaan yang telah menjadi perbincangan luas tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap energi bersubsidi, setiap dugaan penyimpangan akan selalu menjadi perhatian serius publik yang menginginkan keadilan dan ketepatan sasaran dalam penyalurannya.
(Red)*






