Ungkapan Rasa Syukur Nelayan, Warga Desa Ilir Kandanghaur Persiapkan Tradisi Nadran

INDRAMAYU, KRIMSUS86.COM – Tradisi Nadran atau sedekah laut kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat. Tradisi turun-temurun ini merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan laut selama satu tahun sekaligus menjadi sarana melestarikan kebudayaan lokal.

Warga pesisir Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar rangkaian kegiatan tradisi Nadran pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat maupun pengunjung dari berbagai wilayah.

Berita Lainnya

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, rangkaian kegiatan tradisi Nadran berlangsung dengan melibatkan para nelayan dan masyarakat. Sejumlah prosesi budaya disiapkan sebagai bagian dari pelaksanaan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Panitia Nadran, H. Carma, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak malam sebelumnya, diawali dengan pengajian yang diikuti para nelayan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan ancak atau perlengkapan sesaji yang akan ditempatkan di dalam miniatur kapal.

“Rangkaian acara sudah dimulai sejak tadi malam. Pertama pengajian terlebih dahulu oleh teman-teman nelayan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan ancak,” ujar H. Carma saat ditemui Koordinator Wilayah Jawa Barat KRIMSUS86.COM, Wardono Hasan Saputra, S.E., di lokasi kegiatan.

Arak-arakan Budaya Meriahkan Tradisi Nadran

Dalam rangkaian prosesi tersebut, ancak yang berisi berbagai hasil bumi ditempatkan di dalam miniatur kapal. Selanjutnya, perlengkapan tersebut dibawa menuju makam leluhur untuk melaksanakan prosesi penghormatan sesuai tradisi masyarakat setempat, sebelum diarak menuju kawasan pantai.

Arak-arakan turut dimeriahkan kesenian tradisional, di antaranya pertunjukan wayang kulit Langen Budaya dengan dalang senior Anom Rusdi dari Desa Lohbener, Indramayu, serta iringan musik dorong dan kesenian lainnya.

Sepanjang prosesi berlangsung, masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya kegiatan. Sejumlah warga dan pengendara juga berhenti untuk melihat sekaligus mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Arak-arakan miniatur kapal berisi ancak berakhir di kawasan Pantai Sumber Emas, Desa Ilir. Di lokasi tersebut, sejumlah perahu nelayan telah disiapkan untuk mengantarkan miniatur kapal menuju tengah laut.

Sekitar 50 perahu nelayan direncanakan mengikuti iring-iringan laut. Perahu-perahu tersebut dihias dengan umbul-umbul berwarna-warni sehingga menambah semarak suasana tradisi Nadran.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan panitia, prosesi larung sesaji ke tengah laut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Setelah prosesi larung selesai, para nelayan akan kembali ke tempat bersandar. Berbagai hiburan rakyat, termasuk pertunjukan wayang kulit dan musik dangdut khas Pantura, turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.

Panitia Sediakan Pemeriksaan Kesehatan dan Bakti Sosial

Selain mempertahankan tradisi budaya, panitia Nadran juga menyiapkan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Salah satu kegiatan yang disediakan adalah pemeriksaan kesehatan melalui Puskesmas Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Panitia juga merencanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada para mantan nelayan serta masyarakat kurang mampu.

H. Carma menuturkan bahwa tradisi Nadran tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diperoleh dari laut.

“Nadran atau sedekah laut ini merupakan tradisi masyarakat di wilayah Pantura. Tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat kami di wilayah Sumber Emas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, sebagai wujud rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan selama satu tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan bakti sosial, panitia berharap perayaan Nadran dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para mantan nelayan dan warga yang membutuhkan.

“Nanti ada kegiatan bakti sosial juga. Pihak panitia berencana memberikan bantuan kepada para mantan nelayan dan masyarakat kurang mampu,” tambah H. Carma.

Melestarikan Warisan Budaya Pesisir

Tradisi Nadran menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Indramayu yang menggabungkan rasa syukur, kebersamaan, kesenian tradisional, dan kepedulian sosial.

Melalui pelaksanaan tradisi ini, masyarakat berharap nilai-nilai gotong royong dan kebudayaan leluhur dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Bagi para nelayan, laut bukan hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir yang perlu dijaga bersama.

Sumber liputan: Koordinator Wilayah Jawa Barat KRIMSUS86.COM

Editor: Wardono Hasan Saputra, S.E. – Korwil Jawa Barat

Redaksi: KRIMSUS86.COM

Tegas, Lugas, Terpercaya.

Pos terkait