RAJU AI Hadir sebagai Utility Token untuk Mendukung Ekosistem Pembayaran Layanan AI Global

Jakarta |KRIMSUS86.COM |Juni 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat telah melahirkan pasar digital baru yang digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Mulai dari pelajar, mahasiswa, kreator konten, influencer, pelaku UMKM, perusahaan teknologi hingga korporasi global kini memanfaatkan berbagai layanan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Di tengah pertumbuhan tersebut, masih terdapat tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat, khususnya dalam hal akses pembayaran. Banyak platform AI internasional saat ini hanya menerima metode pembayaran tertentu seperti kartu kredit Visa, Mastercard, maupun aset kripto tertentu, sehingga tidak semua pengguna dapat mengakses layanan tersebut secara mudah.

Berita Lainnya

Menjawab kebutuhan tersebut, lahirlah RAJU AI, sebuah utility token yang dibangun di atas jaringan blockchain PSNCHAIN dan dirancang untuk mendukung ekosistem pembayaran berbagai layanan digital dan AI di masa depan.

Spesifikasi Token RAJU AI

RAJU AI hadir dengan spesifikasi sebagai berikut:

Nama Token: RAJU AI

Blockchain: PSNCHAIN

Jenis Token: Utility Token

Total Suplai Awal: 1.000.000.000.000 (1 Triliun Token)

Harga Awal Token Sale: Rp1 per token

Nilai pasar dan pergerakan harga token akan mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh tingkat adopsi, utilitas, permintaan dan penawaran dalam ekosistem yang berkembang.

Terintegrasi dengan Ekosistem PSN Pay

RAJU AI merupakan bagian dari pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi dengan PSN Pay, sebuah platform finansial berbasis super-app yang dikembangkan oleh PT Asia Sistem Teknologi.

Ke depan, ekosistem ini diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembayaran digital, antara lain:

Pembayaran layanan AI global

Pembelian voucher digital

Langganan aplikasi premium

Pembayaran game dan hiburan digital

Transfer aset digital

Integrasi merchant digital

Berbagai layanan pembayaran berbasis blockchain

Melalui integrasi tersebut, RAJU AI diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen utilitas yang mendukung transaksi digital yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

Membangun Jembatan Pembayaran untuk Era AI

Founder RAJU AI dan PSNCHAIN, Teungku Muhammad Raju, menjelaskan bahwa pertumbuhan industri AI akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang sehingga diperlukan infrastruktur pembayaran yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat global.

Menurutnya, teknologi AI tidak hanya akan digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh individu, pelaku usaha kecil, kreator digital, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

“Ketika dunia berlomba membangun teknologi AI, kami berupaya membangun jembatan pembayaran yang menghubungkan miliaran pengguna dengan teknologi tersebut,” ujar Teungku Muhammad Raju.

Melalui pengembangan RAJU AI dan PSNCHAIN, PT Asia Sistem Teknologi berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendukung transformasi ekonomi digital sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi blockchain dalam kehidupan sehari-hari.

Visi Jangka Panjang

Visi utama RAJU AI adalah membangun sistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat global. Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk memperluas utilitas blockchain PSNCHAIN dalam berbagai sektor layanan digital yang terus berkembang.

Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan AI dan ekonomi digital, RAJU AI diharapkan dapat menjadi bagian dari infrastruktur pembayaran masa depan yang mendukung berbagai aktivitas digital lintas negara.

Informasi Tambahan

Masyarakat dapat mempelajari informasi lebih lanjut mengenai RAJU AI melalui platform resmi:

Website: https://rajuai.io

Token Sale: https://lumadex.io

Aplikasi PSN Pay: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.psnpay.app

Disclaimer

RAJU AI merupakan aset digital yang memiliki risiko dan peluang sebagaimana aset digital lainnya. Nilai token dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar, tingkat adopsi, perkembangan teknologi, regulasi yang berlaku, serta berbagai faktor ekonomi global. Setiap pihak diharapkan melakukan riset dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset digital.

(Enismiyana)

Pos terkait