Gunungsitoli | Krimsus86.com, 12 Juni 2026 – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias bergerak cepat menindaklanjuti laporan kecelakaan laut yang menimpa seorang nelayan yang diduga tenggelam di Perairan Bozihona, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.
Kejadian bermula pada Rabu, 10 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, saat seorang nelayan bernama Elfianus Laoli berangkat melaut menggunakan satu unit boat untuk memancing di sekitar Perairan Pantai Bozihona, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Seperti biasanya, korban diperkirakan kembali ke rumah pada sore hari setelah selesai melaut.
Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang. Keluarga bersama masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 07.40 WIB, korban masih belum ditemukan. Keluarga kemudian menemukan boat milik korban dalam kondisi tenggelam di sekitar Pulau Onolimbu. Menyikapi kejadian tersebut, pihak keluarga segera melaporkan peristiwa itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Petugas Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias yang menerima laporan segera melakukan verifikasi informasi terkait musibah tersebut. Setelah proses verifikasi selesai, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.M., langsung memberangkatkan tujuh personel SAR menuju lokasi kejadian guna melaksanakan Operasi SAR.
Operasi diawali dengan assessment di sekitar lokasi kejadian untuk menentukan strategi pencarian yang efektif. Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan penyisiran dan pencarian terhadap korban di area perairan yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya boat nelayan tersebut.
Adapun identitas korban yang masih dalam pencarian yakni:
Nama: Elfianus Laoli
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.
Dalam pelaksanaan operasi pencarian, sejumlah unsur SAR turut terlibat, antara lain Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, TNI, Polri, nelayan setempat, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.
Untuk mendukung operasi pencarian, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya Drone Thermal, Rescue Car Double Cabin, Rigid Inflatable Boat (IB 04 Nias), peralatan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi, alat pelindung diri (APD), serta kantong jenazah.
Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di lokasi operasi pencarian dilaporkan dalam keadaan berawan. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di laut, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan selama melaut guna meminimalisir risiko kecelakaan di perairan.
(SG)






