NGUNJUNG BUYUT DAN SEDEKAH BUMI PERKUAT TALI SILATURAHMI WARGA DESA KARANGANYAR

INDRAMAYU, KRIMSUS86.COM – Pemerintah Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan adat Ngunjung Buyut dan Sedekah Bumi pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi, menjaga persatuan, serta melestarikan warisan budaya leluhur.

Kuwu Desa Karanganyar, Uun Roenah, S.Pd.I., menyampaikan kepada Koordinator Wilayah Jawa Barat Media KRIMSUS86.COM, Wardono Hasan Saputra, bahwa Ngunjung Buyut dan Sedekah Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga dan dilaksanakan masyarakat setempat setiap tahun.

Berita Lainnya

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai budaya, sosial, dan keagamaan yang penting bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian adat istiadat perlu terus dilakukan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Jangan sampai tradisi Ngunjung Buyut dan Sedekah Bumi yang merupakan warisan leluhur hilang. Kita sebagai generasi penerus harus mampu melestarikannya dan mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan Desa Karanganyar,” ungkap Uun Roenah.

Ia menjelaskan, kegiatan Ngunjung Buyut dan Sedekah Bumi bukan sekadar agenda adat tahunan, melainkan juga sarana memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat serta membangun kebersamaan antara pemerintah desa dan warga.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama, melaksanakan tahlilan dan tawasulan sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Tradisi ini menjadi salah satu ajang silaturahmi bagi masyarakat. Melalui kegiatan berkumpul dan berdoa bersama, diharapkan hubungan antarwarga semakin erat, komunikasi semakin baik, serta persatuan dan kesatuan antara pemerintah desa dengan masyarakat dapat terus terjaga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uun Roenah menerangkan bahwa Sedekah Bumi memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat, rezeki, serta limpahan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.

Tradisi tersebut juga berkaitan dengan harapan masyarakat menjelang masa tanam agar proses pertanian berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah.

“Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hasil bumi yang diberikan. Selain itu, masyarakat juga berharap agar masa tanam berjalan dengan baik dan hasil panen ke depan semakin meningkat,” tambahnya.

Selain mengandung nilai spiritual, Ngunjung Buyut juga menjadi simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan, budaya, serta kearifan lokal yang masih dijaga hingga saat ini.

Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya tradisional, termasuk pertunjukan wayang, sebagai bagian dari upaya mempertahankan eksistensi kesenian daerah di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Desa Karanganyar berharap kegiatan adat tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar memahami dan menghargai sejarah serta tradisi daerahnya.

Uun Roenah juga menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT, serta dijauhkan dari segala bala dan musibah.

“Semoga Desa Karanganyar semakin maju dan mandiri, dengan masyarakat yang sejahtera, tetap menjaga nilai-nilai agama, serta terus mempertahankan kearifan lokal dan warisan leluhur,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan Ngunjung Buyut dan Sedekah Bumi, Pemerintah Desa Karanganyar berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Sumber: Liputan Korwil Jawa Barat

Editor: Wardono Hasan Saputra – Korwil Jabar

Redaksi: KRIMSUS86.COM

Pos terkait