JAKARTA, KRIMSUS86.COM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap keamanan ruang digital bagi generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai agar generasi muda tidak menjadi korban berbagai ancaman di dunia maya.
M. Nurullah RS menilai, ruang digital saat ini masih menyimpan berbagai risiko, mulai dari paparan konten yang tidak pantas, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga ancaman kekerasan yang dapat memengaruhi perkembangan mental, perilaku, serta masa depan anak-anak.
“Ruang digital saat ini belum sepenuhnya aman untuk anak didik kita. Kita melihat begitu banyak konten yang tidak pantas, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga ancaman kekerasan yang dengan mudah dapat diakses siapa saja tanpa batas,” ujar M. Nurullah RS, Jumat (23/10/2026).
Perlindungan Anak di Ruang Digital Tanggung Jawab Bersama
Ia menegaskan bahwa upaya melindungi anak di ruang digital tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif keluarga, tenaga pendidik, masyarakat, serta pelaku media sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendidik.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak seharusnya dihambat, tetapi harus diiringi dengan pengawasan, pendampingan, dan pendidikan literasi digital sejak dini.
“Kita tidak bisa menutup akses terhadap teknologi, tetapi kita wajib memberikan pendampingan yang tepat. Literasi digital harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak kita bijak dalam menyaring informasi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak, termasuk memberikan pemahaman tentang bahaya membagikan data pribadi, mengenali informasi palsu, menghindari komunikasi berisiko dengan orang yang tidak dikenal, serta berani melaporkan apabila menemukan konten atau perilaku yang mengancam keselamatan mereka.
PWDPI Diajak Berperan Aktif Menyebarkan Informasi Positif
Sebagai organisasi profesi yang bergerak di bidang pers, M. Nurullah RS mengajak seluruh jajaran PWDPI di tingkat pusat maupun daerah untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih sehat.
Ia berharap insan pers tidak hanya menjalankan fungsi penyampaian informasi, tetapi juga mengambil bagian dalam edukasi publik melalui pemberitaan yang bertanggung jawab, berimbang, mendidik, dan berpihak pada kepentingan perlindungan anak.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko dunia maya sekaligus mendorong terbentuknya budaya digital yang mengedepankan etika, keamanan, dan tanggung jawab.
“Sebagai insan pers, kita memiliki peran strategis untuk menjadikan ruang digital sebagai ruang yang bermanfaat, bukan yang merugikan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Membangun Ruang Digital yang Aman untuk Generasi Masa Depan
Keamanan ruang digital menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja. Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, platform digital, dan media massa diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
PWDPI diharapkan terus mendorong penyebaran informasi yang mencerdaskan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan anak di dunia digital merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
(M. Dahlan Kaperwil Lampung)






