METRO, KRIMSUS86.COM – Seorang dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berinisial Z (25) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban diketahui tengah menjalani program pendidikan profesi dokter (koas) di Rumah Sakit Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar penginapan.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro bersama Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Metro AKP Rizky Dwi Cahyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Benar, kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini,” ujar AKP Rizky, Rabu (22/7/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kamar, mengamankan sejumlah barang milik korban, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari pengelola penginapan, karyawan, serta sejumlah saksi yang diduga mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Salah seorang karyawan penginapan, Hendri, mengatakan korban ditemukan setelah pihak pengelola merasa curiga karena selama beberapa hari tidak melihat korban keluar dari kamar.
“Beberapa hari ini korban tidak pernah kelihatan keluar kamar. Karena curiga, akhirnya kami membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah meninggal dunia. Setelah itu kami langsung melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Hendri.
Menurutnya, korban telah tinggal di penginapan tersebut sejak bulan Ramadan selama menjalani program koas di RS Sukadana, Lampung Timur.
“Korban memang tinggal di sini sejak bulan puasa. Selama ini dikenal pendiam, sopan, dan tidak pernah membuat masalah dengan penghuni maupun pengelola penginapan,” ujarnya.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Ahmad Yani Metro untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk autopsi guna membantu memastikan penyebab kematian.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mendalami berbagai temuan di lokasi kejadian. Aparat kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian korban maupun memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.(Sahrul//red)






