Dang Ike Tegaskan Tak Lagi Gunakan Jabatan Kepaksian Pernong, Pilih Fokus Mengabdi sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung

BANDAR LAMPUNG | Krimsus86.com – Mantan Kapolda Lampung Tahun 2016, Ike Edwin atau yang akrab disapa Dang Ike, memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan di media sosial yang masih menyebut dirinya sebagai Perdana Menteri Kerajaan Kepaksian Pernong Paksi Pak Skala Brak.

Dalam keterangannya pada Rabu (8/7/2026), Dang Ike menegaskan bahwa penyebutan maupun penggunaan atribut yang berkaitan dengan Kepaksian Pernong sudah lama tidak lagi digunakannya. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap tatanan adat serta untuk menghindari kesalahpahaman dan polemik di tengah masyarakat adat.

Berita Lainnya

“Saya ingin meluruskan bahwa atribut maupun penyebutan yang berkaitan dengan Kepaksian Pernong sudah lama tidak lagi saya gunakan. Itu saya lakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kericuhan di tengah masyarakat adat Kepaksian Pernong,” ujar Dang Ike.

Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya lebih memilih mengabdikan diri sebagai Tokoh Adat Lampung dan Tokoh Masyarakat Lampung, melalui berbagai kegiatan sosial, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta upaya memperkuat persatuan masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai.

Menurut Dang Ike, hakikat pengabdian bukan terletak pada jabatan maupun gelar yang disandang, melainkan pada manfaat nyata yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Yang terpenting bukan jabatan ataupun gelarnya. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat, menjaga adat budaya, serta ikut membangun Lampung dengan karya dan pengabdian,” katanya.

Dang Ike menjelaskan bahwa penyematan dirinya sebagai Tokoh Adat Lampung dan Tokoh Masyarakat Lampung merupakan bentuk penghormatan dari masyarakat atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertahun-tahun. Selain itu, ia juga menerima berbagai gelar kehormatan adat dari sejumlah marga di Provinsi Lampung, termasuk gelar Sutan, serta penghargaan dari berbagai kerajaan adat di Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan persaudaraan antarkerajaan Nusantara.

Menanggapi polemik mengenai jabatan Perdana Menteri di Kepaksian Pernong, Dang Ike menjelaskan bahwa posisi tersebut merupakan bagian dari struktur internal lembaga adat yang memiliki ruang lingkup terbatas.

“Kalau berbicara soal Perdana Menteri di Kepaksian Pernong, itu ruang lingkupnya hanya dalam struktur kepaksian saja. Bahkan kalau diibaratkan dalam pemerintahan, tingkatannya hanya setara pekon atau tiyuh, seperti desa atau kelurahan,” jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak membesar-besarkan persoalan tersebut dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Sebagai tokoh adat dan tokoh masyarakat, Dang Ike menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian adat istiadat Lampung, memperkuat nilai-nilai kebhinekaan, serta menjaga persatuan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan. Adat adalah warisan leluhur yang harus kita hormati, bukan dijadikan bahan perdebatan. Mari kita fokus pada pengabdian yang nyata untuk masyarakat,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Dang Ike menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, pembinaan generasi muda, dan pelestarian budaya merupakan prioritas utama yang akan terus dijalankannya.

“Kalau masyarakat merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan, itulah penghargaan yang sesungguhnya. Gelar hanyalah simbol, tetapi pengabdian adalah bukti nyata yang akan selalu dikenang,” pungkasnya.

(Rilis/Humas DPP PWDPI)

(M.Dahlan//red)

Pos terkait