SEKAYU, MUSI BANYUASIN | Krimsus86.com – Antrean kendaraan yang mengular hingga diperkirakan hampir satu kilometer kembali terjadi di SPBU Laut Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/7/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat yang berharap adanya langkah nyata untuk mengatasi persoalan distribusi dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM).
Sejak pagi hari, ratusan kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan angkutan tampak mengantre untuk mendapatkan BBM. Panjangnya antrean menyebabkan sebagian masyarakat harus menunggu berjam-jam sebelum memperoleh giliran mengisi bahan bakar.
Salah seorang warga, Syarif, mengaku kondisi tersebut sudah kerap terjadi sehingga masyarakat mulai menganggapnya sebagai hal yang biasa.
“Alhamdulillah, warga masyarakat termasuk saya sudah menganggap ini biasa. Sama seperti hancurnya jalan-jalan yang saya lalui. Biaso bae, biasa aja uji wong Jakarta. Salam akal waras,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kejenuhan masyarakat terhadap persoalan pelayanan publik yang dinilai belum memperoleh penyelesaian secara menyeluruh. Selain antrean BBM, warga juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan sehingga semakin menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Musi Banyuasin bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi serupa beberapa kali menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas di Sumatera Selatan, masyarakat menilai kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri. Mereka berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM, kecukupan pasokan, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, serta kapasitas pelayanan SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Masyarakat juga menantikan penjelasan resmi dari pihak Pertamina, pengelola SPBU, maupun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengenai penyebab antrean panjang tersebut, apakah dipengaruhi faktor distribusi, keterlambatan pasokan, tingginya permintaan, ataupun kendala teknis lainnya.
Keterbukaan informasi dinilai penting guna memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai spekulasi. Selain penjelasan, masyarakat juga berharap adanya solusi konkret agar antrean panjang tidak terus berulang dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina, pengelola SPBU, maupun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait penyebab antrean panjang di SPBU Laut Sekayu. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Enis/Red)






