SINTANG | KRIMSUS86.COM, KALIMANTAN BARAT — Kepala Desa Jaya Sakti, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, berinisial SLMT, akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan hak jawab terkait pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan seorang perempuan berinisial YLT. Isu tersebut turut menyinggung keberadaan dua buah tas di dalam mobil miliknya yang sempat menjadi perbincangan dan viral di media sosial.
Klarifikasi tersebut disampaikan SLMT kepada awak media di kediamannya pada Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan bahwa penjelasan yang disampaikannya merupakan bentuk hak jawab untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
SLMT berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan keterangan dari semua pihak, bukan hanya berdasarkan satu sudut pandang.
Menurutnya, setiap pemberitaan yang menyangkut dugaan terhadap seseorang perlu mengedepankan prinsip keberimbangan melalui konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum informasi dipublikasikan.
“Jangan hanya main tulis saja. Kita harus jelas siapa yang berada di lokasi, kapan kejadian berlangsung, apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang menyaksikan kejadian tersebut, serta langkah apa yang ditempuh setelah itu jika memang terbukti,” tegas SLMT.
Ia juga mempertanyakan mekanisme penyelesaian persoalan tersebut apabila memang terdapat peristiwa yang berkaitan dengan ketentuan adat setempat. Menurutnya, keberadaan lembaga adat perlu dipertimbangkan apabila persoalan tersebut memang menjadi ranah penyelesaian adat sesuai aturan yang berlaku.
Bagi SLMT, kejelasan kronologi dan mekanisme penyelesaian menjadi hal penting agar masyarakat dapat membedakan fakta yang telah terverifikasi dengan informasi yang masih berupa dugaan.
Menanggapi isu yang mengaitkan dirinya dengan YLT, SLMT secara tegas menyatakan bahwa hubungan keduanya sebatas rekan bisnis atau mitra kerja, bukan seperti yang dispekulasikan oleh sejumlah pihak.
“Hubungan saya dengan YLT hanya sebatas rekan bisnis atau bisa dibilang mitra kerja, tidak lebih dari itu,” jelasnya.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai keberadaan dua tas di dalam mobilnya. Menurut SLMT, tas tersebut berada di mobilnya karena dirinya diminta membantu membawa barang dari Nanga Mau menuju tempat yang telah disampaikan kepadanya.
SLMT menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat nomor telepon baru yang menghubunginya dan meminta bantuan untuk mengambil serta mengantarkan tas yang dititipkan di Nanga Mau.
“Mengenai tas yang berada di dalam mobil saya, itu semata-mata karena saya diminta untuk membantu membawanya dari Nanga Mau. Sebelumnya ada nomor baru yang masuk di handphone saya, menelepon dan meminta bantuan agar tasnya yang dititipkan di Nanga Mau dibawa ke tempat yang disampaikan. Ya, namanya juga orang minta bantuan, selagi kita bisa, kenapa tidak?” ungkapnya.
Melalui penjelasan tersebut, SLMT berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun membangun spekulasi negatif sebelum memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang.
Di akhir klarifikasinya, SLMT menyatakan terbuka untuk berdialog dengan awak media guna menjelaskan persoalan tersebut secara langsung apabila diperlukan.
Ia berharap pemberitaan mengenai dirinya dapat disusun berdasarkan fakta, kronologi yang jelas, serta keterangan dari pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Klarifikasi ini merupakan hak jawab dan keterangan dari SLMT atas isu yang berkembang. Adapun kebenaran lebih lanjut mengenai persoalan tersebut tetap perlu dinilai berdasarkan informasi yang terverifikasi dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
(Alex Akoran//Redaksi)






