BOGOR, KRIMSUS86.COM – Aktivitas gempa bumi mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lima kali gempa susulan setelah dua gempa utama terjadi pada Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gempa pertama terjadi pada pukul 17.49 WIB dengan magnitudo 3,5. Gempa tersebut berpusat di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Selang sembilan menit kemudian, tepatnya pukul 17.58 WIB, gempa kedua berkekuatan magnitudo 4,1 kembali mengguncang kawasan tersebut. Pusat gempa berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman yang dilaporkan berkisar 5–9 kilometer.
Aktivitas seismik berlanjut hingga Jumat (16/10/2026). Hingga pukul 01.00 WIB, BMKG mencatat lima kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,6 hingga 2,4.
BMKG: Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa kedua gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di kawasan setempat.
Secara tektonik, gempa bumi tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal yang dapat memicu pergerakan tanah dan menimbulkan guncangan di wilayah sekitarnya.
Karakteristik gempa dangkal menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai dampak guncangan terhadap bangunan maupun lingkungan di sekitar pusat gempa.
Sebanyak 36 Bangunan Dilaporkan Rusak
Dampak gempa dilaporkan menyebabkan kerusakan pada 36 bangunan, terutama di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi di Desa Cibunian dan Desa Purwabakti. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan pendataan serta peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi bangunan yang terdampak.
Pendataan lanjutan diperlukan guna memastikan tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai bagi masyarakat terdampak.
Warga yang bangunannya mengalami kerusakan diimbau untuk tidak terburu-buru memasuki bagian bangunan yang retak atau terlihat tidak stabil sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Menyikapi rangkaian gempa tersebut, masyarakat di wilayah Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya diimbau tetap tenang serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga disarankan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal dan memperhatikan potensi bahaya akibat kerusakan struktural.
Selain itu, masyarakat diminta mengutamakan informasi dari BMKG, BPBD, dan instansi resmi terkait guna menghindari penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan apabila ditemukan kerusakan yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
Masyarakat yang berada di sekitar bangunan rusak diimbau menjauhi bagian yang berpotensi runtuh dan segera melaporkan kondisi berbahaya kepada aparat setempat atau petugas penanggulangan bencana.
(Yn_nst//Tim Redaksi)
KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya.






