Kemarau Panjang, 4.200 Hektare Sawah di Sulawesi Tenggara Terancam Gagal Panen

KENDARI, KRIMSUS86.COM — Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berdampak terhadap sektor pertanian. Hingga akhir September 2026, sedikitnya 4.200 hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami puso atau kerusakan tanaman akibat kekeringan.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana menjadi salah satu wilayah dengan areal persawahan terdampak paling luas, yakni sekitar 2.090 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Konawe Selatan tercatat sekitar 1.092 hektare, sementara sisanya tersebar di Kolaka Timur dan sejumlah kabupaten lainnya.

Berita Lainnya

Kondisi tersebut dipengaruhi rendahnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir. Berkurangnya sumber air di sejumlah kawasan pertanian menyebabkan ketersediaan air untuk kebutuhan tanaman padi semakin terbatas.

Akibat kekeringan tersebut, tanaman padi di sejumlah lahan tidak dapat tumbuh secara optimal hingga memasuki masa panen. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani, terutama bagi mereka yang mengalami kerusakan tanaman dalam skala luas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui dinas terkait saat ini melakukan pendataan dan identifikasi terhadap wilayah pertanian yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan, termasuk penyaluran bantuan serta pemberian penyuluhan kepada petani mengenai penyesuaian pola tanam menghadapi kondisi cuaca.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya petani, agar menggunakan sumber daya air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung. Upaya antisipasi terus dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan di daerah.

Kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya terhadap hasil produksi pertanian, tetapi juga terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Risal Sultra

Peliput Kabupaten Kendari–Konawe, Sulawesi Tenggara

Pos terkait