WONOSOBO | KRIMSUS86.COM – Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Kaliwiro dengan Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendapat perhatian serius dari warga Desa Medono. Pasalnya, ruas jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat tersebut mengalami ambles cukup parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan konstruksi secara permanen dari pemerintah daerah.
Pada Senin, 10 Agustus 2026, warga Desa Medono, Kecamatan Kaliwiro, bersama sejumlah pengemudi kendaraan melakukan kegiatan perbaikan jalan secara swadaya. Perbaikan dilakukan dengan cara pengecoran pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Menurut keterangan warga, kerusakan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun. Ruas jalan diketahui mengalami ambles hingga sekitar 30 sentimeter dengan panjang kerusakan kurang lebih 100 meter.
Sebelumnya, bagian jalan yang ambles sempat dilakukan penambalan. Namun, menurut warga, penanganan tersebut belum mampu mengatasi persoalan secara permanen karena tidak disertai pekerjaan konstruksi yang dinilai memadai.
Kondisi tersebut membuat para pengguna jalan, khususnya kendaraan pengangkut hasil bumi, harus mencari jalur alternatif lain. Akibatnya, perjalanan menuju Wonosobo harus memutar melalui wilayah Wadaslintang dengan jarak tambahan yang disebut mencapai hampir 20 kilometer.
“Kalau saya membawa muatan, baik kayu maupun ketela ke Wonosobo, lebih baik melalui Wadaslintang. Memang memutar hampir 20 kilometer. Kalau lewat jalan Medono, sudah beberapa kali pernah mobil putus,” ungkap Kasno, salah seorang sopir truk.
Melihat kondisi tersebut, warga Desa Medono kemudian berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Dana untuk pengecoran jalan dikumpulkan melalui sumbangan dan patungan warga sekitar, warga Desa Medono, serta para sopir kendaraan yang sehari-hari menggunakan akses tersebut.
Sukaryo, salah seorang warga sekitar, mengatakan bahwa perbaikan dilakukan murni atas inisiatif masyarakat karena warga merasa prihatin dengan kondisi jalan yang tak kunjung mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
“Kegiatan ini murni hasil sumbangan para warga sekitar, warga Desa Medono, dan para sopir kendaraan angkutan maupun kendaraan pribadi. Hal ini dilakukan karena warga merasa belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah daerah maupun dinas yang bertanggung jawab,” ujar Sukaryo.
Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya sudah cukup lama menunggu adanya penanganan dari pemerintah. Namun, karena kondisi jalan semakin mengganggu aktivitas warga dan perekonomian masyarakat, warga akhirnya memilih bergotong royong memperbaikinya.
“Warga sudah merasa capek karena tidak ada perhatian. Padahal jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat dan menjadi salah satu urat nadi perekonomian,” tambahnya.
Proses pengecoran dilakukan secara gotong royong dan telah berlangsung selama beberapa hari. Warga dan para sopir turut membantu, baik melalui sumbangan dana maupun tenaga. Hingga hari ketiga, proses perbaikan masih terus dilakukan untuk memulihkan akses jalan yang mengalami ambles.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena digunakan sebagai akses transportasi sekaligus mendukung aktivitas perekonomian, terutama bagi warga yang mengangkut hasil pertanian dan hasil bumi.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi jalan tersebut dan mengambil langkah penanganan secara permanen.
Masyarakat menilai perbaikan secara swadaya merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong warga, namun penanganan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah tetap membutuhkan dukungan dan tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Warga juga berharap kondisi jalan tidak hanya diperbaiki sementara, tetapi mendapatkan pembangunan dengan konstruksi yang layak sehingga dapat digunakan secara aman dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Tim KJN






