KENDARI | Krimsus86.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2026 di Kota Kendari, Jumat (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memperkuat sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern serta meningkatkan kapasitas petani menghadapi perubahan iklim.
Dalam sambutannya, Gubernur Ridwan Bae mengajak generasi muda Sulawesi Tenggara untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, pertanian modern merupakan sektor yang memiliki prospek besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sekolah Lapang Iklim ini hadir untuk membekali anak muda dengan ilmu dan teknologi. Bertani tidak lagi tradisional, tetapi harus cerdas, efisien, dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Ridwan Bae.
Program Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 menyasar petani muda, penyuluh pertanian, serta kelompok tani di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Para peserta akan memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, penerapan sistem irigasi hemat air, hingga pemanfaatan informasi prakiraan cuaca sebagai dasar pengambilan keputusan dalam kegiatan budidaya pertanian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap program ini mampu melahirkan generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026, diharapkan sektor pertanian Sulawesi Tenggara semakin maju, modern, dan mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Pewarta: Risal – Kendari
Editor: Redaksi mediakrimsus86.com






