Karawang / Krimsus86.com, –
Harapan besar masyarakat Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, untuk melihat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi motor penggerak ekonomi desa, hingga kini belum juga terwujud. Sejak dibentuk pada Mei 2025, BUMDes Tegalsari masih berjalan di tempat dan belum menunjukkan aktivitas usaha yang signifikan.
Kondisi tersebut terlihat jelas dari satu-satunya aset yang telah berdiri, yakni bangunan kandang ayam petelur yang tampak kosong tanpa aktivitas. Padahal, keberadaan BUMDes diharapkan mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6/2026), Ketua BUMDes Tegalsari, Abdurohman, mengungkapkan bahwa mandeknya program usaha desa itu disebabkan dana ratusan juta rupiah yang seharusnya menjadi modal utama pengembangan BUMDes hingga kini masih tertahan di pihak pemerintahan desa sebelumnya.
Menurutnya, keterlambatan pencairan dan pengembalian dana tersebut membuat berbagai rencana usaha yang telah disusun tidak dapat dijalankan sesuai target.
“Dana yang seharusnya menjadi penopang utama kegiatan BUMDes masih tertahan di mantan kepala desa sebelumnya,” ujar Abdurohman.
Tak hanya itu, ia juga menyebut sebagian dana desa tahun 2025 yang dialokasikan sebesar 20 persen untuk pengembangan BUMDes hingga saat ini masih tertahan di mantan bendahara desa terdahulu.
“Untuk hal itu ada surat pernyataannya, dan dipegang oleh kepala desa,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, program unggulan yang telah dirancang BUMDes Tegalsari belum bisa direalisasikan. Salah satu rencana yang sempat digadang-gadang adalah pengembangan usaha peternakan ayam petelur sebanyak 1.200 ekor yang diyakini mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.
Namun kenyataannya, dana yang telah dikucurkan pemerintah desa baru cukup untuk membangun kandang ayam petelur tanpa diikuti pengadaan ternak maupun operasional usaha.
“Dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Desa Tegalsari untuk program BUMDes ini hanya cukup untuk membangun kandang ayam petelur,” jelas Abdurohman.
Kini, bangunan kandang yang berdiri tanpa penghuni menjadi simbol tertundanya harapan masyarakat terhadap kebangkitan ekonomi desa. Warga pun berharap persoalan dana yang masih tertahan dapat segera diselesaikan agar BUMDes Tegalsari tidak terus menjadi proyek yang berjalan di tempat, melainkan benar-benar hadir sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat dan sumber kesejahteraan bagi desa.
(Red)*




