Tanamkan Karakter Santun dan Sehat, SMAN 1 Losarang Indramayu Konsisten Terapkan Program Pancawaluya

INDRAMAYU, KRIMSUS86.COM – SMAN 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui penerapan program Pancawaluya, sebuah program penguatan karakter yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program ini bertujuan mencetak generasi muda yang memiliki karakter cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (mawas diri) sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Berita Lainnya

Kepala SMAN 1 Losarang, Ade Sumantri, S.Pd., menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancawaluya telah menjadi bagian dari budaya sekolah sehari-hari. Salah satu kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan adalah penyambutan siswa di gerbang sekolah setiap pagi oleh para guru.

“Setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai, para guru menyambut siswa di pintu gerbang sekolah. Anak-anak dibiasakan untuk bersalaman dengan guru sebagai bentuk penghormatan dan penanaman sikap santun,” ujar Ade Sumantri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat penting. Melalui budaya salam dan bersalaman, siswa diajarkan untuk menghormati guru, orang tua, serta sesama, sehingga nilai kesopanan dan etika dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter santun pada diri siswa. Mereka diajarkan untuk menghormati orang tua, guru, dan sesama teman,” tambahnya.

Budaya positif tersebut telah diterapkan sejak tahun 2022 dan terus dipertahankan hingga saat ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang berkarakter dan berbudaya.

Selain pembentukan karakter, aspek cageur atau hidup sehat juga menjadi perhatian sekolah. Seiring dengan penyesuaian jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB, siswa dibiasakan untuk bangun lebih pagi dan menerapkan pola hidup disiplin.

SMAN 1 Losarang juga menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan yang masuk ke area sekolah. Kendaraan hanya diperbolehkan berhenti pada jarak tertentu sehingga siswa terbiasa berjalan kaki menuju sekolah.

“Kendaraan harus berhenti minimal sekitar 500 meter dari lingkungan sekolah. Dengan demikian siswa terbiasa berjalan kaki yang tentunya baik untuk kesehatan dan kebugaran mereka,” jelas Ade.

Tidak hanya itu, sekolah juga terus menanamkan budaya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Sebagai bentuk penguatan program tersebut, pihak sekolah berencana menggelar lomba Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) antar kelas secara berkelanjutan yang akan menjadi bagian dari penilaian keseharian siswa.

Melalui berbagai program tersebut, SMAN 1 Losarang berharap nilai-nilai Pancawaluya tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya dan kebiasaan positif yang melekat pada setiap peserta didik.

Dengan konsistensi pelaksanaan program ini, SMAN 1 Losarang optimistis mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

(Wardono/Korwil Jawa Barat)

Pos terkait