Krimsus86.com, BANDUNG BARAT – Panglima Satuan Tugas Bela Wartawan (Satbel Pers) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Dedi Supiandi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Babakan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dedi menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban serta keluarga warga yang terdampak dan tertimbun material longsor. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama yang membutuhkan kepedulian dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban musibah tanah longsor di Kampung Babakan Cisarua. Semoga para korban dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan oleh Allah SWT,” ujar Dedi Supiandi.
Ia berharap seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat, dapat turut berperan aktif membantu proses evakuasi dan penanganan korban. Pasalnya, berdasarkan informasi sementara, diduga masih terdapat warga yang tertimbun material longsor serta puluhan rumah yang mengalami kerusakan.
Selain itu, Dedi juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera menurunkan personel, peralatan berat, serta dukungan logistik guna mensterilkan lokasi bencana dan mempercepat proses pencarian serta penyelamatan korban.
“Langkah cepat dan tepat sangat dibutuhkan agar warga yang tertimbun maupun rumah-rumah terdampak dapat segera ditangani. Gerak cepat atau gercep harus menjadi prioritas demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi mengajak seluruh organisasi pers, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Ia juga menginstruksikan kepada seluruh Ketua DPW dan DPC PWDPI, beserta jajaran Satbel Pers PWDPI di seluruh Indonesia, agar segera melakukan persiapan dan turun langsung ke lokasi bencana dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengimbau agar sebagian personel Satbel Pers PWDPI membentuk posko bencana alam sebagai pusat penggalangan donasi, baik berupa dana, obat-obatan, pakaian layak pakai, maupun kebutuhan pokok lainnya yang dapat membantu para korban longsor.
“Ini adalah momentum kemanusiaan. Saatnya kita menunjukkan kepedulian tanpa pamrih. Sebagai insan pers dan pengemban fungsi kontrol sosial, kita harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dedi menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk pengabdian insan pers dalam membela nilai-nilai kemanusiaan, menjaga solidaritas sosial, serta berkontribusi melalui pemberitaan yang berimbang dan aksi nyata di lapangan.
Menutup pernyataannya, Dedi berharap musibah tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama agar seluruh pihak lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan hutan sebagai langkah pencegahan bencana di masa mendatang.
“Kita saat ini berada dalam kondisi cuaca ekstrem. Mari kita saling menjaga, menjaga kesehatan, dan terus berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkasnya.
Sumber: Tim Media PWDPI






