MUSI BANYUASIN, KRIMSUS86.COM – Tokoh masyarakat Wendy Santos menyoroti kondisi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang dinilainya tengah menghadapi berbagai persoalan. Kritik tersebut disampaikannya melalui pernyataan yang beredar di media sosial, dengan mengaitkan kondisi pemerintahan saat ini dengan pilihan masyarakat dalam Pemilu dan Pilkada 2024.
Wendy mengaku sejak sebelum pelaksanaan pemilihan telah mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan secara matang rekam jejak, kapasitas, serta kompetensi setiap calon yang akan dipilih.
Menurutnya, informasi mengenai latar belakang dan rekam jejak kandidat pada dasarnya telah tersedia sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.
“Sebelum pemilihan, rekam jejak setiap kandidat sudah terbuka. Masyarakat sebenarnya sudah bisa menilai siapa yang layak dan siapa yang tidak layak memimpin,” tulis Wendy dalam pernyataannya.
Wendy juga mengaitkan persoalan kepemimpinan dengan nilai-nilai keagamaan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya menyerahkan suatu urusan kepada orang yang memiliki kemampuan dan keahlian.
Dalam pandangannya, kepemimpinan yang tidak didukung kompetensi dan integritas berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk kebijakan yang dinilai kurang tepat, lemahnya pengawasan, persoalan penegakan hukum, dugaan praktik korupsi, hingga terganggunya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun, berbagai pernyataan tersebut merupakan pandangan dan penilaian pribadi Wendy Santos. Pernyataan itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai kesimpulan hukum mengenai adanya pelanggaran atau tindak pidana tertentu. Setiap dugaan pelanggaran tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum dan berdasarkan fakta serta data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wendy juga mengajak masyarakat agar tetap aktif melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kontrol publik sepanjang dilakukan secara konstitusional, berdasarkan data, serta tidak melanggar ketentuan hukum.
“Kalau sudah terlanjur salah memilih, jangan diam. Lakukan amar ma’ruf nahi mungkar, kritik dengan cara yang benar, sampaikan aspirasi secara damai, dan berdoa agar Allah menghadirkan pemimpin yang takut kepada-Nya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk kondisi fiskal daerah, tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik.
Wendy berharap masyarakat Muba dapat terus berperan dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menggunakan saluran resmi dalam menyampaikan kritik dan aspirasi.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Dengan demikian, perdebatan mengenai kondisi Muba dapat berlangsung secara terbuka, objektif, dan berdasarkan data yang dapat diverifikasi.
(Enis//red)






