KARAWANG /Krimsus86.com, –
Beredarnya video di media sosial TikTok yang menuding adanya praktik pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite ke dalam jeriken menggunakan satu unit kendaraan cator bernomor polisi T 2151 D di SPBU 34.413.05 Jalan Raya Purwasari–Cikampek memicu perhatian dan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Video yang beredar pada Kamis (11/6/2026) tersebut menimbulkan dugaan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi. Namun, pihak SPBU membantah keras tuduhan tersebut dan memberikan klarifikasi atas kejadian yang sebenarnya.
Pengawas SPBU 34.413.05, Udan, menjelaskan bahwa informasi yang beredar dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, bahan bakar yang sedang diisikan ke jeriken saat direkam bukanlah Pertalite, melainkan Pertamina Dex, yang merupakan BBM non-subsidi.
“Yang diisi itu bukan Pertalite, tetapi Pertamina Dex. Kemungkinan ibu yang merekam dan mengunggah video tersebut tidak mengetahui atau tidak memperhatikan dengan jelas jenis BBM yang sedang diisi,” ujar Udan saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Udan menduga kesalahpahaman tersebut muncul karena adanya keterlambatan pasokan pada hari sebelumnya. Kondisi itu kemungkinan membuat perekam video berasumsi bahwa stok BBM tertentu masih kosong atau sedang dalam kondisi terbatas.
“Kiriman kemarin memang datang terlambat. Mungkin ibu tersebut beranggapan bahwa yang diisi hari ini adalah Pertalite. Ketika melihat ada pengisian ke jeriken, beliau langsung merekam tanpa mengetahui bahwa produk yang diisi sebenarnya Pertamina Dex, untuk kendaraan beko di DLHK, ” jelasnya.
Lebih lanjut, Udan menyayangkan tindakan pengunggahan video tersebut ke media sosial tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak SPBU. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan berpotensi merugikan pihak yang dituduh.
“Seharusnya ada konfirmasi terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan persepsi yang salah. Kami terbuka apabila ada masyarakat yang ingin menanyakan langsung terkait operasional SPBU,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era media sosial, setiap informasi yang beredar perlu disikapi dengan bijak dan disertai proses verifikasi yang memadai. Di tengah tingginya perhatian publik terhadap penyaluran BBM bersubsidi, akurasi informasi menjadi hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kegaduhan maupun tuduhan yang tidak berdasar.
Pihak SPBU berharap masyarakat dapat lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi, sehingga fakta yang sebenarnya dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di ruang publik.
(Red)*






