TERINDIKASI KEPALA SEKOLAH SD MAHA SINGKIL MENGHINDAR SAAT DIKONFIRMASI TERKAIT DANA REVITALISASI

Aceh Tenggara Krimsus86.com, 24 Mei 2026 — Kepala Sekolah SD Maha Singkil, Eka Pitria, diduga menghindari upaya konfirmasi dari awak media terkait pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana revitalisasi sekolah.

Beberapa awak media mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi pihak sekolah guna meminta penjelasan terkait proses pembangunan dan penggunaan anggaran revitalisasi tersebut. Namun hingga saat ini, upaya konfirmasi belum mendapatkan tanggapan yang jelas.

Berita Lainnya

“Setiap kali kami mencoba menghubungi pihak sekolah, selalu ada alasan bahwa kepala sekolah sedang sibuk atau tidak berada di tempat. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya upaya menghindari pertanyaan media,” ungkap salah seorang wartawan lokal.

Dana revitalisasi sekolah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu sejatinya diperuntukkan guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SD Maha Singkil. Namun minimnya keterbukaan informasi terkait pelaksanaan pembangunan memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Sejumlah warga berharap pihak sekolah segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan asumsi negatif maupun dugaan penyimpangan dalam proses pengerjaan proyek revitalisasi tersebut.

Sementara itu, seorang aktivis pemantau mutu pendidikan turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menyebut bahwa proyek revitalisasi sekolah dikerjakan secara swakelola, sehingga kepala sekolah memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Jika benar terdapat indikasi ketidakterbukaan atau dugaan penyimpangan dalam proses pengerjaan, kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan dan memberikan sanksi apabila terbukti tidak transparan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SD Maha Singkil belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Awak media masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.

Penulis : Tomi Pasla

Pos terkait