REVITALISASI SMP NEGERI 4 BIAU SENILAI Rp370 JUTA CAPAI 80 PERSEN, PIHAK SEKOLAH TEKANKAN MUTU DAN TRANSPARANSI

BUOL, SULAWESI TENGAH — KRIMSUS86.COM, 14 Oktober 2026

Pelaksanaan proyek revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 4 Biau, yang berlokasi di Kelurahan Komaligon, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dilaporkan telah mencapai progres fisik sebesar 80 persen. Proyek dengan nilai kontrak Rp370.000.000 tersebut mencakup perbaikan sejumlah fasilitas sekolah guna menunjang kenyamanan dan kualitas kegiatan belajar mengajar.

Berita Lainnya

Berdasarkan keterangan Kepala SMP Negeri 4 Biau, Suparman P. Lahamade, S.Pd., pekerjaan revitalisasi terus berjalan dengan mengacu pada spesifikasi teknis dan petunjuk dari konsultan pelaksana maupun konsultan pengawas.

Dalam keterangannya kepada awak media KRIMSUS86.COM, Suparman menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Nilai kontrak pekerjaan ini Rp370.000.000. Saat ini progres fisik telah mencapai 80 persen. Memasuki tahap pekerjaan berikutnya, insyaallah capaian dapat meningkat hingga 90 persen, bahkan ditargetkan mencapai 100 persen apabila seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana,” ujarnya.

PERBAIKAN RUANG KELAS HINGGA FASILITAS SANITASI

Proyek revitalisasi tersebut meliputi sejumlah pekerjaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 4 Biau.

Adapun lingkup pekerjaan yang disampaikan pihak sekolah meliputi:

Perbaikan ruang kelas secara menyeluruh, mencakup dinding, kusen, atap, lantai, plafon, pintu, dan jendela.

Pembangunan atau perbaikan tiga unit MCK, sebagai fasilitas sanitasi untuk mendukung kebersihan dan kesehatan warga sekolah.

Penataan lingkungan sekolah, termasuk pengadaan tandon air, menara air, dan sumur bor.

Pengadaan tiang bendera, untuk menunjang pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan sekolah lainnya.

Pengadaan papan nama sekolah, sebagai bagian dari penataan identitas dan lingkungan satuan pendidikan.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih layak, nyaman, bersih, dan mendukung proses pembelajaran.

KEPALA SEKOLAH: PEKERJAAN MENGACU PADA SPESIFIKASI

Suparman menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan teknis yang berlaku. Menurutnya, kualitas hasil pekerjaan menjadi hal penting agar fasilitas yang dibangun atau diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

“Semua dikerjakan sesuai spesifikasi dan petunjuk dari konsultan pelaksana maupun konsultan pengawas. Tidak ada yang dilakukan di luar ketentuan. Kami menjaga mutu dan ketepatan proses,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa anggaran revitalisasi merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan hasil yang sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

PIHAK SEKOLAH BUKA RUANG PENGAWASAN PUBLIK

Sementara itu, salah seorang guru di SMP Negeri 4 Biau menyampaikan bahwa pihak sekolah terbuka terhadap pemantauan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun insan pers selama pelaksanaannya dilakukan sesuai ketentuan.

“Pekerjaan ini dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Silakan masyarakat, LSM, maupun para jurnalis di Kabupaten Buol datang mengecek langsung ke lokasi. Kami tidak menutup apa pun. Segala sesuatu dapat dilihat, diperiksa, dan ditanyakan,” ungkapnya.

Keterbukaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan, sehingga penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah.

DORONG PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN

Suparman menambahkan, revitalisasi sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Menurutnya, ruang kelas yang layak dapat membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Sementara itu, fasilitas sanitasi yang memadai berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan warga sekolah.

Fasilitas pendukung lainnya juga diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan para siswa.

“Ruang kelas yang baik menciptakan suasana belajar yang tenang. MCK yang layak menjaga kesehatan. Lapangan olahraga membangun fisik dan kebersamaan. Tiang bendera melatih kedisiplinan dan rasa cinta tanah air. Semua ini kami wujudkan agar putra-putri daerah mendapatkan kesempatan dan fasilitas pendidikan yang layak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa anggaran pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru, dan masyarakat.

“Dana ratusan juta rupiah adalah amanah rakyat. Karena itu, kami kelola dengan jujur, kerjakan sesuai standar, dan buka lebar-lebar untuk dipantau. Hasilnya harus dapat dirasakan langsung oleh siswa, guru, dan seluruh masyarakat. Kami terus berjuang agar SMP Negeri 4 Biau menjadi sekolah yang membanggakan,” tambahnya.

KRIMSUS86.COM AKAN TERUS MEMANTAU

Dengan progres fisik yang dilaporkan mencapai 80 persen, penyelesaian proyek revitalisasi SMP Negeri 4 Biau kini menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Buol.

KRIMSUS86.COM akan terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai dan fasilitas dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Pemantauan tersebut diharapkan dapat mendorong pelaksanaan pembangunan yang mengutamakan mutu, ketepatan spesifikasi, transparansi, dan akuntabilitas, sehingga anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Reporter: Syafri Sakula, S.IP

BIRO BUOL, SULAWESI TENGAH

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait