JENEPONTO — KRIMSUS86.COM — 15 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Jeneponto menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg) yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Rapat dipimpin langsung Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM. dan dihadiri unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, para Camat, serta Manager SPBU se-Kabupaten Jeneponto.
Koordinasi tersebut dilakukan menyikapi keresahan masyarakat, terutama akibat antrean panjang di sejumlah SPBU serta sulitnya memperoleh LPG 3 Kg di beberapa wilayah.
Dalam rapat, pemerintah bersama unsur terkait membahas sejumlah langkah untuk menjaga agar distribusi BBM dan LPG 3 Kg berjalan tertib, merata, serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terapkan Sistem BBM Ganjil-Genap
Salah satu langkah yang disepakati adalah penerapan sistem pengisian BBM berdasarkan nomor polisi kendaraan dengan mekanisme ganjil-genap sesuai tanggal.
Pada hari pertama penerapan, sistem tersebut diberlakukan di tiga SPBU, yakni SPBU Paccellanga, SPBU Boyong, dan SPBU Kalukuang.
Mulai besok, seluruh SPBU di Kabupaten Jeneponto diwajibkan menerapkan sistem serupa.
Ketentuannya, kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil melakukan pengisian pada tanggal ganjil. Sementara kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka genap melakukan pengisian pada tanggal genap.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan antrean sekaligus memberikan kesempatan yang lebih merata kepada masyarakat dalam memperoleh BBM.
Saat ini terdapat 10 SPBU di Kabupaten Jeneponto, yakni SPBU Allu, Paccellanga, Boyong, Kalukuang, Jalan Pahlawan 1, Jalan Pahlawan 2, Bulobulo, Lingkar, Taroang, dan Tolo’.
Distribusi LPG 3 Kg Turut Diawasi
Selain BBM, rapat juga membahas persoalan distribusi LPG 3 Kg. Pemerintah menerima perhatian masyarakat terkait ketersediaan LPG bersubsidi maupun perbedaan harga yang ditemukan di lapangan.
Pemkab Jeneponto bersama Forkopimda akan meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 Kg agar penyalurannya sesuai ketentuan dan masyarakat tidak dirugikan.
Pengawasan tersebut dinilai penting mengingat LPG 3 Kg merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, khususnya untuk keperluan rumah tangga dan usaha kecil.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Pemkab Jeneponto juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, baik terhadap BBM maupun LPG 3 Kg.
Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan karena pembelian secara berlebihan justru berpotensi mempercepat habisnya stok di tingkat konsumen.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Pemkab Jeneponto bersama unsur Forkopimda, pengelola SPBU, serta pihak terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap kondisi distribusi BBM dan LPG 3 Kg.
Pemerintah berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang justru memperburuk situasi.
Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan, tidak menimbun, tetap tertib, dan bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Jeneponto agar tetap aman dan kondusif.
(Andi Lukman//red)






