LAMPUNG SELATAN, KRIMSUS86.COM — Aktivitas pengiriman material tanah timbun untuk mendukung pekerjaan yang dilaksanakan PT Tirta Indo Karya sebagai penyedia jasa pada proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) mendapat perhatian positif di lapangan.
Salah satu quarry yang berperan dalam penyediaan material tersebut berada di bawah naungan BPK Agus Salim. Pengelolaan kegiatan di lokasi quarry dinilai cukup proaktif, terutama dalam memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) selama proses operasional maupun pengiriman material.
Pengangkutan tanah timbun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan material proyek PT Tirta Indo Karya. Mobilisasi material dari quarry menuju lokasi pekerjaan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran progres pekerjaan, terlebih kebutuhan material harus dipenuhi secara berkesinambungan.
Di tengah aktivitas kendaraan angkutan dan alat berat, aspek K3L menjadi salah satu perhatian utama. Pengelola quarry tidak hanya berorientasi pada kelancaran produksi dan distribusi material, tetapi juga berupaya memperhatikan keselamatan pekerja, pengemudi, pengguna jalan serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
BPK Agus Salim selaku pihak yang menaungi kegiatan quarry tersebut dinilai menunjukkan sikap proaktif dalam mengoordinasikan aktivitas di lapangan. Upaya menjaga ketertiban operasional, keselamatan kerja dan pengendalian dampak terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan quarry.
Hal tersebut dinilai penting mengingat penyediaan material untuk proyek pemerintah tidak semata-mata berkaitan dengan volume dan kecepatan pengiriman. Mutu material, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, keselamatan kerja serta kepedulian terhadap lingkungan juga perlu menjadi perhatian.
Dengan pengelolaan yang tertib dan mengedepankan prinsip K3L, keberadaan quarry diharapkan dapat memberikan dukungan positif terhadap kelancaran pekerjaan konstruksi sekaligus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi.
Terlebih, pekerjaan yang dilaksanakan PT Tirta Indo Karya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pemerintah. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sumber material, proses pemuatan, pengangkutan hingga pemanfaatannya di lokasi pekerjaan, idealnya dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Quarry bukan sekadar tempat penyediaan material. Di balik setiap ritase tanah timbun terdapat tanggung jawab terhadap keselamatan, lingkungan, kualitas pekerjaan dan kepentingan masyarakat.
Langkah proaktif pengelola quarry di bawah naungan BPK Agus Salim dalam memperhatikan aspek K3L menjadi catatan positif di tengah kebutuhan material yang terus berjalan. Pengawasan serta penerapan standar keselamatan yang konsisten diharapkan dapat terus dipertahankan selama kegiatan pengiriman material berlangsung.
Dengan demikian, dukungan quarry terhadap proyek PT Tirta Indo Karya tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan tanah timbun, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut dapat berjalan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
(M. Dahlan//Red)






