GARUT, KRIMSUS86.COM – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Tasikmalaya menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan mengusung tema “Optimalkan CKG dan GERMAS untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026) di Gedung Koperasi Dinas Kesehatan, Jalan Pahlawan, Kabupaten Garut, tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari para kader kesehatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Yanti Cahyati, S.Kep., Ners., M.Kep., Kepala Tim Humas, Perpustakaan dan Kerja Sama Luar Negeri (KSLN) Sekretariat Ditjen SDM Kesehatan, Liniatuddiana, S.Gz., M.Gizi., Nevy Khojinayati, SST., M.Keb., serta H. Agus Dinar, MKM.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan serta penyampaian materi edukasi kesehatan oleh para narasumber.
Dalam sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang diwakili Wakil Direktur I, Yanti Cahyati, menyampaikan bahwa sosialisasi GERMAS merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia berharap para kader kesehatan yang hadir dapat menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing, sekaligus meneruskan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Tim Humas, Perpustakaan dan KSLN Sekretariat Ditjen SDM Kesehatan, Liniatuddiana, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan para kader dalam memperluas penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pemerintah, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit sejak dini.
Pada sesi pemaparan materi, Nevy Khojinayati, SST., M.Keb., menyampaikan kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
Selanjutnya, H. Agus Dinar, MKM., memaparkan pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam mendukung pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit sedini mungkin.
Sejumlah penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung, membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
TINGKATKAN KAPASITAS KADER MELALUI PENYEGARAN MATERI POSYANDU
Selain sosialisasi GERMAS dan CKG, kegiatan juga diisi dengan sesi refreshing atau penyegaran materi bagi para kader kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Materi pengelolaan Posyandu disampaikan oleh tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, yakni Peni Cahyati, S.Kp., M.Kes., dan Santi Yuliastuti, SST., M.Tr.Keb.
Sementara itu, materi Recall MP-ASI disampaikan oleh Iqbal Fawaz, SKM., S.Gz.
Melalui materi tersebut, para kader mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pengelolaan kegiatan Posyandu, pelayanan kesehatan masyarakat, serta pentingnya pemantauan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui edukasi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Penguatan kapasitas kader ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama di tingkat desa dan lingkungan tempat tinggal.
KADER KESEHATAN JADI UJUNG TOMBAK MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Melalui kegiatan sosialisasi ini, sekitar 200 kader kesehatan di Kabupaten Garut diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman baru untuk diterapkan serta disebarluaskan di wilayah masing-masing.
Keberhasilan program GERMAS dan CKG tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan maupun tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menyampaikan edukasi, mengajak warga melakukan pemeriksaan kesehatan, serta membangun kebiasaan hidup sehat.
Dengan memperkuat peran kader, meningkatkan kesadaran pemeriksaan kesehatan berkala, dan membudayakan perilaku hidup sehat, upaya pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular di Kabupaten Garut diharapkan semakin optimal.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
(Dinar.P//Redaksi KRIMSUS86.COM)
KRIMSUS86.COM – Tegas, Lugas, Terpercaya.






