Polri: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

BANDUNG, FRIC | Krimsus86.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Jawa Barat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan situasi tidak kondusif atau kericuhan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga keselamatan anak sekaligus memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara tertib, aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berita Lainnya

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman, edukasi dan pengawasan kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun demikian, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan serta pemahaman yang cukup agar tidak terlibat dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak serta memahami aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka. Hal tersebut dinilai penting, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keselamatan anak membutuhkan peran serta dan kerja sama dari seluruh pihak, mulai dari kepolisian, keluarga, masyarakat hingga berbagai elemen lainnya.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

Polda Jawa Barat berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan generasi muda. Peran keluarga, khususnya orang tua, dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan perlindungan, pengawasan dan pendidikan kepada anak agar terhindar dari berbagai situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

(RED//TIM MEDIA FRIC)

Pos terkait