Pendaftaran Pilkades Cengkong Di Tutup, H. Saepudin Permana Serukan Persatuan dan Kerukunan Warga

KARAWANG/Krimsus86.com —
Berakhirnya masa pendaftaran bakal calon Kepala Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, pada Kamis (10/9/2026) pukul 24.00 WIB, menandai dimulainya tahapan baru menuju pesta demokrasi di tingkat desa.
Di tengah semakin kuatnya dinamika politik dan antusiasme masyarakat menyambut Pilkades Cengkong, pesan untuk menjaga persatuan dan kerukunan kembali disuarakan.

Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Golkar, H. Saepudin Permana, A.Md., mengajak seluruh masyarakat Desa Cengkong untuk tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk saling menjauh, apalagi memutus tali persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, persaingan politik harus tetap ditempatkan dalam bingkai kekeluargaan dan kebersamaan sebagai sesama warga Desa Cengkong.

Berita Lainnya

“Siapapun yang menjadi Kepala Desa Cengkong nantinya, itu merupakan putra-putri terbaik yang harus kita dukung. Tetap menjaga kerukunan dan merangkul erat tangan sesama. Sebab, sehebat apa pun pemimpin yang terpilih nanti, ia tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa kebersamaan kita,” ujar H. Saepudin Permana saat dikonfirmasi media, Kamis (10/9/2026).

Ia menegaskan, pembangunan Desa Cengkong tidak mungkin hanya bertumpu pada sosok kepala desa. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen desa untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, semangat gotong royong diharapkan tetap menjadi fondasi utama masyarakat, baik selama tahapan Pilkades berlangsung maupun setelah pemimpin baru ditetapkan.

“Sudah saatnya kita bergandengan tangan, menutup segala jarak, dan bersama-sama membangun Desa Cengkong tercinta menjadi rumah yang hangat bagi kita semua,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kontestasi politik desa yang mulai mendapat perhatian luas. Sebab, Pilkades pada akhirnya bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang bagaimana masyarakat menentukan arah masa depan desanya.

Ketika proses politik telah selesai, perbedaan pilihan pun harus kembali disatukan. Mereka yang mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik. Sementara mereka yang belum terpilih tetap memiliki ruang dan peran dalam membangun Desa Cengkong.
Kini, setelah tahapan pendaftaran bakal calon resmi ditutup, harapan agar Pilkades Cengkong berlangsung aman, damai, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan semakin mengemuka.

Sebab pada akhirnya, siapa pun yang kelak dipercaya memimpin Desa Cengkong, keberhasilan pembangunan tidak akan lahir dari satu sosok saja.
Cengkong akan maju ketika seluruh masyarakatnya tetap bersatu.

(Red)*

Pos terkait