Orang Tua Siswa Keluhkan Pembagian Seragam SMPN 1 Purwasari, Sudah Bayar Lunas Namun Baju nya Di Cicil

Krimsus86.com/Karawang, _

Memasuki hari-hari awal tahun ajaran baru, harapan para orang tua untuk segera mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anaknya justru diwarnai rasa kecewa. Suasana pembagian seragam bagi siswa baru SMPN 1 Purwasari yang dipusatkan di Kantor KDMP Sukasari, Rabu (15/7/2026), berubah menjadi keluhan akibat antrean panjang dan pelayanan yang dinilai tidak tertata.

Berita Lainnya

Sejumlah wali murid mengaku telah melunasi biaya pembelian satu paket seragam. Namun, mereka mengaku tetap harus menunggu berjam-jam untuk menerima seragam yang menjadi kebutuhan utama anak-anak mereka menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

“Saya sudah lunas membayar semuanya satu paket, namun baju seragamnya malah di cicil, sudah gitu, malah nunggu lama di sini,” ujar salah seorang orang tua siswa dengan nada kecewa.

Di lokasi, antrean panjang terlihat memenuhi area pelayanan. Beberapa orang tua mengaku kebingungan karena proses pembagian dinilai berjalan semrawut, sementara mereka berharap setelah melunasi pembayaran, seragam dapat diterima tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, distribusi sekaligus penjualan seragam SMPN 1 Purwasari dipusatkan di Kantor KDMP Sukasari. Seorang sumber dari lingkungan sekolah menyebutkan, penggunaan kantor koperasi sebagai lokasi pelayanan merupakan keinginan dari pihak pengurus KDMP Sukasari.

Kondisi lokasi yang terbatas juga diakui oleh salah seorang petugas pelayanan. Menurutnya, tempat yang sempit menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean panjang sehingga pelayanan berlangsung kurang nyaman.

> “Keinginan untuk pelayanan distribusi baju seragam di koperasi ini, itu keinginan pihak KDMP-nya, Pak. Sebenarnya saya juga mengeluh, karena tempatnya sempit, Pak,” ujar petugas tersebut.

 

Di lapangan, beredar dugaan adanya kerja sama antara SMPN 1 Purwasari dengan KDMP Sukasari dalam penyediaan seragam sekolah, mulai dari proses produksi di konveksi hingga pendistribusian kepada para siswa. Namun, informasi tersebut belum mendapat penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait.

Salah seorang sumber yang dipercaya juga menyebutkan bahwa dalam proses transaksi penjualan, pengurus KDMP Sukasari disebut tidak terlibat secara langsung. Saat petugas dari pihak sekolah tampak sibuk melayani pembeli, pengurus koperasi tidak terlihat ikut menangani proses jual beli tersebut. Informasi ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Ketika dimintai tanggapan mengenai informasi tersebut, Ketua KDMP Sukasari, Ir. Taslim, tidak memberikan penjelasan secara langsung. Melalui pesan WhatsApp, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Bapak hubungi saja rekan bapak, kemarin sudah ke sini sudah melihat sendiri, bapak kenal kan?”

 

Jawaban tersebut belum memberikan kejelasan mengenai mekanisme penyelenggaraan distribusi maupun keterlibatan KDMP Sukasari dalam proses penjualan seragam.

Kesemrawutan pelayanan itu pun menjadi sorotan para orang tua siswa. Mereka berharap pembagian seragam dapat dilaksanakan secara lebih tertib, transparan, dan mengutamakan kenyamanan masyarakat. Bagi mereka, setelah memenuhi kewajiban dengan melunasi pembayaran, seharusnya tidak lagi dihadapkan pada antrean panjang maupun ketidakpastian dalam memperoleh seragam yang menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SMPN 1 Purwasari terkait keluhan para orang tua maupun penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan distribusi seragam yang dipusatkan di Kantor KDMP Sukasari.

(Red)*

Pos terkait