MATARAM, KRIMSUS86.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sasaka Nusantara, Lalu Ibnu Hajar Akbar, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres Internasional ke-1 Bahasa Sasak yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Sasak.
Ucapan tersebut disampaikan pada Rabu, 28 Oktober 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus penguatan identitas dan kebudayaan masyarakat Sasak di tengah arus globalisasi.
Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Sasaka Nusantara, baik yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun di perantauan, termasuk DPD Jeddah, Timur Tengah, dan DPD Kuala Lumpur, Malaysia, Lalu Ibnu Hajar Akbar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kongres bersejarah tersebut.
“Semoga dengan kongres bersejarah ini, Bahasa Sasak tetap lestari di Gumi Sasak serta Nusantara, dan terus berkembang sebagai bahasa resmi, bahasa bangsa, dan jati diri masyarakat Sasak secara menyeluruh, bahkan sampai ke luar negeri, di mana pun Semeton Sasak berada,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas, martabat, dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama.
“Bahasa adalah marwah. Hilang bahasa, hilang jati diri. Sasaka Nusantara berkomitmen penuh menjaga dan melestarikan Bahasa Sasak sebagai warisan leluhur,” tegasnya.
Kongres Internasional ke-1 Bahasa Sasak dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Bahasa Sasak di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong pelestarian bahasa dan budaya lokal agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya global, pelestarian bahasa daerah membutuhkan komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga generasi muda.
DPP Sasaka Nusantara menyatakan dukungan penuh terhadap hasil-hasil kongres dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Majelis Adat Sasak dalam mengimplementasikan program pelestarian Bahasa Sasak di seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sasaka Nusantara.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pernyataan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata untuk memperluas penggunaan Bahasa Sasak dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan keluarga, pendidikan, kegiatan adat, serta komunitas masyarakat Sasak di perantauan.
Dengan semangat kebersamaan, Sasaka Nusantara berharap Bahasa Sasak terus berkembang, memiliki tempat di tengah kemajuan zaman, dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sasak di mana pun berada.
“Melestarikan bahasa berarti menjaga identitas, merawat budaya, dan mewariskan jati diri kepada generasi penerus.”
(Jaswadi//Red)






