KEPRIHATINAN WARGA DUSUN DIWEK, JALAN USAHA TANI DIBANGUN DENGAN SWADAYA MASYARAKAT

KEPRIHATINAN WARGA DUSUN DIWEK, JALAN USAHA TANI DIBANGUN DENGAN SWADAYA MASYARAKAT

WONOSOBO — KRIMSUS86.COM, Minggu, 4 Oktober 2026 — Semangat gotong royong masyarakat Dusun Diwek, Desa Selomanik, kembali terlihat dalam kegiatan pembangunan dan pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT) serta akses menuju makam Kyai Plulutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya dengan mengandalkan iuran masyarakat dan dukungan para dermawan setempat.

Berita Lainnya

Kegiatan gotong royong ini dilakukan setelah masyarakat menggelar musyawarah pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa pembangunan JUT dilaksanakan secara bersama-sama menggunakan dana murni dari masyarakat.

Kaur Kesra Dusun Diwek, Agus Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang tetap memiliki kepedulian terhadap pembangunan lingkungan meskipun bantuan yang diharapkan dari pemerintah belum kunjung terealisasi.

“Hasil musyawarah malam Minggu tanggal 3 Oktober 2026, masyarakat sepakat melaksanakan kegiatan pengecoran JUT pada hari Minggu. Dana yang digunakan berasal dari masyarakat murni, bukan dari pemerintah. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kekompakan dan semangat gotong royong untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Agus berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus ditingkatkan dalam berbagai kegiatan positif demi kemajuan Dusun Diwek khususnya dan Desa Selomanik pada umumnya.

Sementara itu, Imam Masjid Dusun Diwek, Hadi Sunarto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi akses jalan usaha tani dan jalan menuju makam yang menurutnya belum mendapatkan perhatian maupun bantuan pembangunan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Menurut Hadi, masyarakat selama ini terpaksa menggalang dana secara mandiri untuk melakukan pembangunan jalan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga.

“Masyarakat Dusun Diwek merasakan keprihatinan. Pemerintah sering menyampaikan bahwa pembangunan harus mengutamakan skala prioritas, termasuk jalan usaha tani. Namun kenyataannya, kami masih harus bergotong royong dan mengumpulkan dana sendiri untuk pembangunan JUT RT 18/06 Dusun Diwek dan jalan menuju makam Kyai Plulutan,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, sehingga pembangunan infrastruktur di wilayah Dusun Diwek dapat dilakukan secara lebih merata.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Dusun Diwek, Nanang Kurniawan. Ia mengaku prihatin sekaligus kecewa karena masyarakat masih harus membangun infrastruktur secara swadaya di tengah harapan terhadap pemerataan pembangunan.

Nanang menyebut salah satu akses jalan yang dikerjakan masyarakat memiliki panjang sekitar 350 meter dan dilakukan dengan betonisasi melalui swadaya warga.

“Kami sangat prihatin dan kecewa. Di saat pembangunan terus berjalan di berbagai daerah, masyarakat Dusun Diwek masih harus membangun JUT dengan dana gotong royong. Jalan menuju makam kurang lebih 350 meter kami betonisasi secara swadaya karena menurut kami belum pernah mendapatkan bantuan dari desa maupun pemerintah,” katanya.

Menurut Nanang, kondisi tersebut semakin dirasakan ketika masyarakat melihat pembangunan JUT maupun jalan makam di wilayah desa atau dusun lain yang sudah mendapatkan perhatian melalui pembangunan betonisasi maupun pengaspalan.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat Dusun Diwek, khususnya JUT dan akses menuju makam.

“Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi masyarakat kami masih harus membangun jalan dengan swadaya. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius agar pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata,” tegasnya.

Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masyarakat masih sangat kuat. Warga secara bersama-sama mengumpulkan dana, tenaga, dan waktu demi membangun fasilitas yang dianggap penting bagi kepentingan umum.

Masyarakat berharap semangat gotong royong tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga dapat menjadi perhatian pemerintah agar kebutuhan pembangunan infrastruktur di Dusun Diwek dapat masuk dalam program dan skala prioritas pembangunan ke depan.

(Eyang74 & Tim)

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait