Bandar Lampung Krimsus86.com – Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Kolonel Kav Roli Dewanto, S.Sos., M.Tr.(Han), memimpin kegiatan Ground Breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang dilaksanakan secara serentak melalui video conference bersama seluruh Kodim jajaran Korem 043/Gatam se-Provinsi Lampung, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Umbul Kunci, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung tersebut menandai dimulainya pembangunan jembatan gantung sepanjang 55 meter yang diharapkan mampu memperlancar akses dan mobilitas masyarakat setempat.
Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI menargetkan pembangunan sebanyak 30 titik jembatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutan Danrem 043/Gatam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., yang dibacakan oleh Kasrem, disampaikan bahwa kegiatan Ground Breaking tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan Program Jembatan Perintis Garuda yang digagas oleh TNI Angkatan Darat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia.
“Program ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Kasrem saat membacakan sambutan Danrem.
Danrem menjelaskan, pada Tahap I dan Tahap II, Provinsi Lampung telah berhasil membangun dua unit Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu. Keberadaan jembatan tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas, membuka akses wilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, pada Tahap III dan Tahap IV, pembangunan sebanyak 14 titik jembatan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung masih berlangsung. Sebagian besar pembangunan telah mencapai progres 100 persen dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Pada Tahap V dan VI yang dimulai hari ini, sebanyak 30 titik jembatan kembali dibangun di berbagai wilayah Provinsi Lampung. Program ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Danrem menegaskan bahwa jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan, kemajuan, dan masa depan masyarakat. Dengan hadirnya jembatan-jembatan tersebut, akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan efisien.
Danrem juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama mendukung serta menjaga pembangunan ini agar berjalan aman, lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kepada seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan, saya tekankan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kualitas konstruksi, serta membangun semangat gotong royong bersama masyarakat. Keberhasilan pembangunan ini bukan hanya keberhasilan TNI, tetapi keberhasilan seluruh komponen bangsa yang memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Melalui momentum Ground Breaking ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan rakyat. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan lokasi pembangunan serta penyerahan bantuan sosial oleh Kasrem 043/Gatam bersama unsur Forkopimda Provinsi Lampung kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pembangunan yang tengah dilaksanakan.(Kairul Anam//red)






