Festival Kakao Lampung Timur Dorong Transformasi Perkebunan, Bupati Ela Ajak Petani Tingkatkan Nilai Tambah Produk

LAMPUNG TIMUR, KRIMSUS86.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus mendorong penguatan sektor perkebunan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Festival Kakao Lampung Timur yang digelar di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping, serta masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, dan daya saing kakao Lampung Timur.

Berita Lainnya

Mengusung tema “Transformasi Kakao Lampung Timur”, festival ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan komoditas kakao dari sektor hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa pengembangan kakao tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Menurutnya, diperlukan transformasi menyeluruh mulai dari proses budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah.

“Kita harus terus melakukan transformasi, mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Bupati Ela.

Ia juga mendorong para petani agar tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi mampu mengembangkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti cokelat olahan, bubuk kakao, minuman cokelat, serta berbagai produk kreatif berbahan dasar kakao.

Menurutnya, Festival Kakao menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kakao Lampung Timur kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai salah satu sentra kakao unggulan di Indonesia.

“Mari kita jadikan kakao sebagai salah satu identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur dengan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.

Bupati Ela berharap festival tersebut dapat menjadi semangat bersama untuk mewujudkan komoditas kakao yang unggul, petani yang sejahtera, serta Kabupaten Lampung Timur yang semakin maju dan makmur.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta sejumlah pimpinan lembaga non-pemerintah dan mitra pembangunan.

Hadir pula berbagai organisasi dan perusahaan yang selama ini aktif mendukung pengembangan kakao, di antaranya Rikolto, PBN, GIZ, KAWAN TANU, GEMA CITA, CSP, serta para pembeli, eksportir, dan mitra sektor swasta seperti OFI, Barry Callebaut, Mars, Terve Chocolate, dan PT Tani.

Festival Kakao Lampung Timur juga diramaikan dengan pameran berbagai jenis kakao dan produk olahannya. Para pengunjung dapat melihat sejumlah inovasi pertanian ramah lingkungan, mulai dari pupuk organik, fungisida organik, hingga bahan pengendali hama alami yang mendukung penerapan budidaya kakao berkelanjutan.

Suasana festival semakin semarak ketika seluruh tamu undangan, peserta, dan pengurus bersama-sama menikmati minuman cokelat sebagai simbol kebersamaan sekaligus bentuk promosi terhadap konsumsi produk kakao lokal.

Sementara itu, Ketua Forum APIK menyampaikan pentingnya membangun petani kakao yang mandiri melalui penerapan budidaya berkelanjutan. Tanaman kakao dinilai memiliki manfaat ekologis karena dapat mendukung penghijauan dan konservasi lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia melalui pemanfaatan pestisida dan fungisida organik.

Forum APIK juga berperan dalam mengoordinasikan para petani agar berbagai program pembinaan dan pendampingan dapat berjalan secara efektif. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula sejumlah standar penanganan pascapanen yang perlu diperhatikan petani, termasuk larangan menjemur biji kakao secara langsung di atas tanah serta pentingnya memastikan proses penjemuran dilakukan secara optimal untuk menjaga mutu hasil panen.

Selain itu, seluruh anggota didorong untuk segera melakukan pendaftaran guna memastikan tersedianya data keanggotaan yang valid. Sebagai bagian dari upaya digitalisasi, Forum APIK memperkenalkan rencana pengembangan Aplikasi Sistem APIK.

Aplikasi tersebut nantinya diharapkan dapat memudahkan pendataan petani, pengelolaan keanggotaan, penyampaian program, serta pemantauan perkembangan sektor kakao secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Melalui sinergi antara pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga pendamping, dan berbagai mitra pembangunan, Festival Kakao Lampung Timur diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi komoditas kakao, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan Lampung Timur sebagai daerah penghasil kakao berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

(M.Dahlan//red)

Pos terkait