JAGA WARISAN LELUHUR, KUWU HJ. SARWI GELAR SEDEKAH BUMI DI BUYUT BANON DESA SIDADADI

INDRAMAYU – KRIMSUS86.COM – Pemerintah Desa Sidadadi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi Sedekah Bumi di kawasan Buyut Banon, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kuwu Sidadadi, Hj. Sarwi, tersebut menjadi bentuk pelestarian adat dan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan Sedekah Bumi kali ini turut dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit Karya Purwa yang menghadirkan dalang Ki Anom Arsoni. Pagelaran seni tradisional tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.

Berita Lainnya

Tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial maupun hiburan masyarakat. Di balik pelaksanaannya, terdapat makna filosofis yang mendalam, yakni sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesuburan tanah, serta hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Bagi masyarakat agraris, Sedekah Bumi juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur, mempererat tali silaturahmi, serta memanjatkan doa agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.

Kuwu Sidadadi, Hj. Sarwi, menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah desa untuk mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, warisan budaya peninggalan para pendahulu harus terus dijaga dan dilestarikan karena merupakan bagian dari identitas serta jati diri masyarakat desa.

Salah satu bentuk pelestarian tersebut diwujudkan melalui pagelaran wayang kulit Karya Purwa bersama dalang Ki Anom Arsoni. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kesenian wayang kulit juga mengandung berbagai pesan moral dan nilai kehidupan.

Dalam setiap lakon yang dimainkan, wayang kulit menyampaikan beragam filosofi tentang kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, kesetiaan, perjuangan, serta hubungan harmonis antara manusia dengan sesama dan lingkungan.

Kehadiran kesenian tradisional tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda, agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

Selain menjaga tradisi, kegiatan Sedekah Bumi di Buyut Banon juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga dapat berkumpul, bersilaturahmi, serta mempererat hubungan sosial dalam suasana kekeluargaan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh budaya modern, pelestarian tradisi lokal membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, seniman, serta generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga agar warisan budaya tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Sedekah Bumi Desa Sidadadi menjadi pengingat bahwa kemajuan pembangunan desa harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat istiadat dan budaya lokal.

Dengan tetap menjaga tradisi, masyarakat tidak hanya menghormati sejarah para pendahulu, tetapi juga mempertahankan identitas budaya yang menjadi kebanggaan bersama.

Pemerintah Desa Sidadadi berharap tradisi Sedekah Bumi di Buyut Banon dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda budaya yang memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Dengan demikian, Sedekah Bumi bukan hanya perayaan tahunan, melainkan simbol rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, dan perekat persatuan masyarakat Desa Sidadadi.

(Wardono Hs., S.E. – Korwil Jabar / KRIMSUS86.COM)

Pos terkait