BUOL, SULAWESI TENGAH — KRIMSUS86.COM — Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sekaligus HUT Lansia Bunga Yurli ke-1 Tahun 2026 digelar di Gedung Srikandi, Kelurahan Kulango, Kabupaten Buol. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik yang mewakili Pemerintah Kabupaten Buol.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh penghormatan kepada warga lanjut usia. Namun, momentum tersebut tidak semestinya berhenti pada seremoni dan kegiatan peringatan semata.
Di balik rangkaian acara, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana memastikan para lansia memperoleh perhatian, pelayanan, perlindungan, kesehatan, serta kehidupan yang layak secara berkelanjutan.
Lansia bukan sekadar angka dalam data kependudukan maupun tamu kehormatan dalam agenda tahunan. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik dan perlindungan sosial.
JANGAN SAMPAI LANSIA HANYA DIINGAT SAAT PERAYAAN
Peringatan HLUN seyogianya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kehidupan lansia.
Perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan akses pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan lansia, pendampingan keluarga, hingga kemudahan dalam memperoleh pelayanan publik.
Pasalnya, persoalan yang dihadapi lansia dalam kehidupan sehari-hari tidak selesai hanya dengan sambutan dan ucapan penghormatan.
Ketika kondisi fisik mulai menurun, kebutuhan terhadap layanan kesehatan meningkat, sementara penghasilan dan kemampuan ekonomi semakin terbatas, kehadiran pemerintah menjadi sangat penting.
Yang dibutuhkan bukan hanya ucapan kepedulian, tetapi kebijakan dan pelayanan yang dapat dirasakan secara nyata.
KEHADIRAN PEMERINTAH PERLU DIUKUR DARI KEBIJAKAN
Kehadiran Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik dalam kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk melihat persoalan lansia dari perspektif yang lebih luas.
Sejumlah pertanyaan publik patut menjadi bahan evaluasi bersama. Apakah seluruh lansia di Kabupaten Buol telah memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai? Bagaimana perlindungan terhadap lansia yang hidup seorang diri? Bagaimana kondisi lansia yang berada dalam keluarga kurang mampu?
Selain itu, sejauh mana program pemberdayaan lansia telah berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya muncul ketika momentum peringatan HLUN berlangsung?
Pertanyaan tersebut penting karena keberhasilan perhatian terhadap lansia tidak semata-mata dapat diukur dari kemeriahan sebuah acara, tetapi dari dampak kebijakan yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
HUT LANSIA BUNGA YURLI MENJADI RUANG PEMBERDAYAAN
Memasuki tahun pertama, HUT Lansia Bunga Yurli patut diapresiasi sebagai ruang silaturahmi, kebersamaan, dan aktivitas positif bagi warga lanjut usia.
Keberadaan komunitas lansia juga dapat menjadi mitra sosial bagi pemerintah dalam memahami kebutuhan dan persoalan yang dihadapi kelompok lanjut usia di tingkat masyarakat.
Lansia tidak semestinya ditempatkan hanya sebagai kelompok yang membutuhkan belas kasihan. Mereka adalah generasi yang telah melewati perjalanan panjang dan memiliki pengalaman serta kontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Karena itu, pendekatan terhadap lansia perlu diarahkan dari sekadar belas kasihan menuju pemberdayaan, dari seremoni menuju kebijakan, serta dari pidato menuju pelayanan yang nyata.
SETELAH SEREMONI BERAKHIR, PERHATIAN HARUS TETAP BERJALAN
Tantangan terbesar dalam setiap peringatan bukan hanya bagaimana kegiatan dilaksanakan, tetapi bagaimana perhatian dan program tetap berjalan setelah kegiatan berakhir.
Ketika spanduk diturunkan, dokumentasi tersimpan, dan rangkaian acara selesai, persoalan lansia tetap ada dan harus ditangani.
Karena itu, HLUN seharusnya menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap warga lanjut usia tidak cukup dilakukan satu hari dalam setahun.
Pemerintah daerah perlu memastikan kebijakan dan pelayanan bagi lansia berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun, sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Sebab usia boleh lanjut, tetapi hak sebagai warga negara tidak pernah ikut menua.
Pemerintah yang benar-benar hadir bukan hanya pemerintah yang mampu menyampaikan kepedulian dalam sebuah acara, melainkan pemerintah yang mampu memastikan para lansia tetap dihargai, dilindungi, memperoleh pelayanan yang layak, serta tidak merasa ditinggalkan setelah lampu seremoni dipadamkan.
Reporter: Syafri Sakula, S.IP
BIRO BUOL, SULTENG






