Tanjung Enim | Krimsus86.com, 21 Juni 2026 – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hijroh menggelar acara Haflatul Ikhtitam bagi para santri dan santriwati pada Minggu (21/6/2026), bertepatan dengan 6 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren dan Majelis Taklim Miftahul Huda Muara Enim, KH. Sukin El Asghory.
Acara yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hijroh tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan pondok, H. Muhammad Wahyudin, S.H.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan laporan perkembangan para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan di pondok.
Menurut H. Muhammad Wahyudin, para santri telah menunjukkan capaian yang membanggakan dalam menghafal Al-Qur’an. Sebagian santri mampu menghafal 2 hingga 3 juz, bahkan ada yang telah mencapai sekitar 6 juz hafalan.
“Kami berharap ke depan para santri tidak hanya meningkatkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami, menerjemahkan, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini Pondok Pesantren Darul Hijroh membina sekitar 60 santriwati dengan rentang usia mulai dari 5 hingga 16 tahun.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Sukin El Asghory. Dalam ceramahnya, beliau mengimbau para wali santri agar senantiasa mendoakan serta memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren.
KH. Sukin El Asghory menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan motivasi agar anak-anak merasa nyaman dan betah selama menjalani pendidikan di pesantren. Ia juga mengingatkan agar wali santri tidak terlalu sering mengunjungi anak-anak mereka di pondok maupun menanyakan hal-hal yang dapat memengaruhi kenyamanan dan semangat belajar santri.
Acara semakin meriah dengan berbagai penampilan santri yang menunjukkan hasil pembelajaran selama menempuh pendidikan di pondok. Salah satu momen yang paling mengharukan adalah prosesi pencucian kaki orang tua oleh para santri sebagai bentuk penghormatan, permohonan ridho, serta doa restu agar diberikan kemudahan dan keberhasilan dalam menuntut ilmu agama.
Kegiatan Haflatul Ikhtitam ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Sukin El Asghory, H. Muhammad Wahyudin, S.H.I., M.Pd.I., para pengurus pondok, serta seluruh santri dan santriwati sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan. Diharapkan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hijroh dapat terus berkembang, melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, serta menjadi lembaga pendidikan Islam yang semakin maju dan berprestasi.
(Machmud/Krimsus86.com)






