Berastagi, Krimsus86.com — Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari gatal pada mulut, rasa getir, gatal pada kulit hingga sesak napas. Para pelajar yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain, mengatakan gejala yang dialami sebagian siswa muncul setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir, baru ada yang ke kulitnya gatal dan sesak,” ujar Zulkarnain, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut terdiri dari sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Berdasarkan dugaan sementara, keluhan yang dialami para siswa diduga berkaitan dengan menu ikan tersebut. Namun, penyebab pasti masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.
Data sementara mencatat sebanyak 269 siswa SMA/SMK mengalami keluhan, yang terdiri dari:
SMAN 1 Berastagi: 204 siswa.
SMA Swasta Bersama: 25 siswa.
SMK Swasta Bersama: 40 siswa.
Selain ketiga sekolah tersebut, terdapat pula siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Zulkarnain menjelaskan, kelima sekolah tersebut diduga menerima makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama, yakni SPPG milik Kodim.
“SMP pun ada mengalami keracunan karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat rinciannya, entah seberapa banyak jumlah yang kena,” jelasnya.
Ratusan pelajar tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis dan tersebar di empat rumah sakit. Kondisi para siswa disebut relatif stabil, meski terdapat sejumlah siswa yang mengalami sesak dan sempat mengalami kepanikan.
“Sebenarnya kondisinya stabil semua di rumah sakit, cuma karena panik saja tadi di awal,” ungkap Zulkarnain.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan langsung menuju Kabupaten Karo untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Informasinya seperti itu, tapi ini kita sedang menuju ke sana untuk cek keadaan sebenarnya,” kata Agung.
Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pendataan dan belum dapat memastikan jumlah keseluruhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Belum dapat merinci jumlah murid yang diduga keracunan. Pihaknya masih melakukan pendataan. Nanti kalau sudah ada data riil, harus kita lihat jumlah di rumah sakit atau puskesmas,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Data jumlah siswa yang mengalami keluhan juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
(Rahmat//red)






