DIDUGA TAK SESUAI SOP, LIMBAH TERNAK BERBAU MENYENGAT Warga dan LSM PAGAR Jombang Demo PT JPN, Tuntut Operasional Pabrik Ditutup

JOMBANG, JAWA TIMUR — KRIMSUS86.COM — Puluhan warga bersama aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pengawasan Aspirasi Gabungan Masyarakat (PAGAR) Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik pengolahan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (JPN), Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas keluhan warga dan pihak SMPN 4 Jombang terkait dugaan gangguan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik. Gangguan yang dikeluhkan antara lain berupa bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pengolahan ternak serta kebisingan.

Berita Lainnya

Lokasi SMPN 4 Jombang diketahui berada di belakang area pabrik. Kondisi tersebut disebut massa aksi berdampak terhadap kenyamanan lingkungan sekolah dan proses kegiatan belajar mengajar.

Bahkan, menurut keterangan yang disampaikan dalam aksi, sebagian siswa kelas 9 sempat dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat kondisi lingkungan yang dianggap tidak nyaman.

Massa aksi meminta Pemerintah Kabupaten Jombang melalui instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah tegas terhadap PT JPN apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan maupun standar operasional yang berlaku.

Mereka juga mendesak agar operasional pabrik dihentikan atau ditutup apabila hasil pemeriksaan resmi membuktikan adanya pelanggaran yang merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Wali Murid Keluhkan Kondisi Lingkungan Sekolah

Salah seorang wali murid SMPN 4 Jombang, M. Gading Setiawan, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami siswa dan tenaga pendidik.

“Sebagai wali murid siswa SMPN 4 Jombang, saya merasa sangat prihatin dan terganggu dengan kondisi yang harus dialami anak-anak dan para guru di sekolah,” ujar Gading, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, informasi mengenai siswa kelas 9 yang dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat bau dan kebisingan dari sekitar PT JPN telah dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.

“Pengumuman di grup WhatsApp yang menyatakan bahwa siswa kelas 9 harus dipulangkan dan beralih ke pembelajaran daring akibat bau busuk serta kebisingan dari PT Jombang Pangan Nusantara telah saya konfirmasi langsung ke pihak sekolah, dan hal tersebut memang benar adanya,” katanya.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Gading kemudian mendatangi langsung SMPN 4 Jombang.

Ia mengaku merasakan sendiri bau yang disebutnya berasal dari limbah serta suara bising di sekitar lokasi sekolah.

“Untuk memastikan situasi tersebut, saya berinisiatif datang langsung ke lokasi SMPN 4 Jombang. Di sana, saya menyaksikan dan merasakan sendiri betapa menyengatnya bau limbah serta bisingnya suara yang dihasilkan pabrik tersebut,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut telah mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar.

“Kondisi lingkungan seperti ini jelas tidak layak dan sangat mengganggu proses belajar mengajar serta kesehatan anak-anak kami,” tegas Gading.

Ia berharap pihak sekolah, pemerintah daerah, dinas terkait, dan manajemen perusahaan segera mencari solusi permanen.

“Kami berharap pihak sekolah, dinas terkait, serta manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan tegas dan menemukan solusi permanen agar lingkungan sekolah kembali aman, nyaman, dan anak-anak bisa belajar tatap muka tanpa terganggu limbah maupun kebisingan,” harapnya.

Warga Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Keluhan serupa disampaikan warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.

Diki (22), warga perumahan yang berada di samping pabrik pengolahan ayam PT JPN, mengaku masih mencium bau tidak sedap di sekitar bagian belakang pabrik.

“Baunya masih gak enak seperti bau busuk di area belakang pabrik, beberapa hari yang lalu,” ujar Diki.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar pabrik.

“Harusnya ditutup pabrik ini, karena baunya sangat mengganggu. Ya harapannya pemerintah tegas bersikap menutup tempat usaha yang mengganggu ini,” tegasnya.

Massa dan Satpol PP Lakukan Penyegelan

Sementara itu, Agus selaku koordinator aksi mengatakan, perwakilan massa sempat diperbolehkan masuk ke area pabrik untuk melihat kondisi bagian dalam.

Menurut Agus, dari hasil peninjauan tersebut, aktivitas produksi disebut sudah tidak berjalan dan sejumlah alat produksi tidak lagi berada di lokasi.

“Dari hasil peninjauan ke dalam pabrik, ini tadi sudah tidak ada kegiatan usaha dan alat produksi sudah tidak ada,” ujar Agus.

Setelah peninjauan, massa aksi bersama petugas Satpol PP kemudian melakukan penyegelan pada pintu masuk lokasi pabrik di Desa Banjardowo.

“Dengan ini kita tutup pabrik, kita segel pintu pabrik bersama masyarakat dan disaksikan Satpol PP, agar ada kepastian bahwa pabrik ini benar-benar tak beroperasi sehingga tidak merugikan masyarakat, khususnya pelajar SMPN 4 Jombang,” pungkasnya.

Usai melakukan aksi unjuk rasa dan penyegelan, massa kemudian bergerak menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.

Hingga berita ini diturunkan, tuntutan massa dan dugaan gangguan lingkungan tersebut masih memerlukan verifikasi serta pemeriksaan resmi dari instansi berwenang, termasuk terkait pengelolaan limbah, bau, tingkat kebisingan, kepatuhan terhadap perizinan, serta standar operasional perusahaan.

KRIMSUS86.COM akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan ruang konfirmasi kepada pihak PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) maupun instansi terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan keterangan resmi.

(Gok Cuy//Tim)

 

Pos terkait